Pemeran Princess Leia di Star Wars Terkena Serangan Jantung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris Carrie Fisher bercanda pemeran Chewbacca (Peter Mayhew) di antara syuting The Empire Strikes Back pada 1980. Zimbio.com/Lucasfilm

    Aktris Carrie Fisher bercanda pemeran Chewbacca (Peter Mayhew) di antara syuting The Empire Strikes Back pada 1980. Zimbio.com/Lucasfilm

    TEMPO.COJakarta - Pemeran Princess Leila dalam film Star Wars, Carrie Fisher, mengalami serangan jantung saat berada dalam penerbangan dari London menuju Los Angeles, Amerika Serikat. Artis Amerika Serikat berusia 60 tahun tersebut akhirnya dibawa ke rumah sakit setelah pesawat mendarat dinihari waktu setempat, 22 Desember 2016. 

    Ia kini tengah dalam perawatan intensif di rumah sakit di Los Angeles. Carrie Fisher terbang ke Los Angeles untuk mempromosikan buku terbarunya. “Fisher menjalani tur mempromosikan buku terbarunya, The Princess Diarist,” seperti dikutip BBC, Jumat, 23 Desember 2016. 

    Carrie terkena serangan jantung sekitar 15 menit sebelum pesawat mendarat di Los Angeles. Seorang petugas medis yang berada di pesawat bersama Carrie sempat memberikan pertolongan pertama dengan metode cardiopulmonary resuscitation (CPR). Saat ini, Carrie dirawat di pusat medis UCLA, Los Angeles. 

    United Airlines menyatakan bahwa penerbangan dengan nomor 935 dari London ke Los Angeles telah mendarat. Menurut petugas kesehatan, Carrie dalam kondisi tidak responsif. Departemen Los Angeles pun telah memberikan dukungan agar Carrie segera ditangani. Penumpang di pesawat juga tampak mengabarkan kondisi Carrie Fisher yang mereka lihat. 

    Carrie Fisher muncul dalam trilogi Star Wars: The Force Awakens, yaitu sekuel film yang dirilis tahun lalu. Ia juga muncul dalam film-film lainnya, termasuk The Blues Brothers dan When Harry Met Sally. Selain itu, ia telah menulis empat novel dan tiga memoar. Ia pun pernah menikah dengan musikus Paul Simon. Carrie Fisher adalah putri dari penyanyi Eddie Fisher dan aktris Debbie Reynolds. 

    BBC | DANANG FIRMANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.