Sentuh Payudara Ariana Grande, Pendeta Ini Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ariana Gande dan Pendeta Charles H. Ellis III yang meraba payudara Ariana Grande di acara pemakaman ratu soul Amerika Serikat, Aretha Franklin pada hari Jumat, 31 Agustus 2018. [FOX NEWS]

    Ariana Gande dan Pendeta Charles H. Ellis III yang meraba payudara Ariana Grande di acara pemakaman ratu soul Amerika Serikat, Aretha Franklin pada hari Jumat, 31 Agustus 2018. [FOX NEWS]

    TEMPO.CO, Jakarta -Pendeta yang memimpin upacara pemakaman Aretha Franklin, ratu musik soul Amerika Serikat, dihujani kritik pedas dari para netizen. Netizen kesal setelah melihat foto-foto yang menunjukkan tangan pendeta itu meraba payudara Ariana Grande.

    Pendeta bernama Charles H.Ellis III itu pun langsung meminta maaf. Dia mengaku tak berniat untuk menyentuh dada wanita manapun termasuk Ariane Grande.

    "Saya tidak tahu, saya mengira saya memeluknya, mungkin saya melebihi batas atau mungkin terlalu dekat, tapi sekali lagi, saya minta maaf," kata Ellis. Gaya Ariana Grande saat menyampaikan ucapan terima kasih setelah menerima piala dalam MTV Video Music Awards 2018 di Radio City Music Hall, New York, AS, Senin, 20 Agustus 2018. Ariana menerima penghargaan dalam kategori best pop video untuk lagu No Tears Left to Cry. Chris Pizzello/Invision/AP.

    Ellis juga meminta maaf karena pernah membuat lelucon terhadap Ariana Grande. "Saat saya melihat Ariana Grande dalam salah satu program acara, mulanya saya mengira itu adalah menu baru di Taco Belll," katanya. Taco Bell adalah sebuah restoran cepat saji asal Meksiko yang populer di Amerika Serikat.

    Baca: Pendeta Dihujani Kritik Usai Meraba Payudara Ariana Grande

    Tak hanya kepada Ariana Grande, Ellis juga meminta maaf kepada seluruh penggemar sang artis atas perlakuan dan candaannya itu. "Saya dengan tulis minta maaf kepada Ariana Grande dan seluruh penggemarnya," katanya.

    Menurut dia, memeluk seseorang, seperti apa yang dia lakukan di upacara pemakaman Aretha Franklin adalah hal yang lazim dilakukan di gerejanya untuk menunjukkan rasa cinta.

    COSMOPOLITAN | VARIETY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.