Dikritik, Scarlett Johansson Batal Berperan sebagai Transgender

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Scarlett Johansson berpose saat menghadiri acara premiere film Avengers: Infinity War di Los Angeles, 24 April 2018. REUTERS/Mario Anzuoni

    Scarlett Johansson berpose saat menghadiri acara premiere film Avengers: Infinity War di Los Angeles, 24 April 2018. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Los Angeles - Scarlett Johansson rupanya sudah tidak tahan menghadapi reaksi negatif dari masyarakat terkait rencananya memainkan peran transgender di film drama arahan Rupert Sanders berjudul Rub & Tug.

    Baca: Bakal Perankan Transgender, Scarlett Johansson Tuai Kritik Keras

    Aktris berumur 33 tahun ini mendapat banyak kritik karena mau berperan sebagai Jean Marie Gill atau dikenal sebagai Dante ‘Tex’ Gill, seorang penjahat asal Pennyselvania.

    Gill merupakan seorang wanita yang memiliki panti pijat sebagai pasar seks. Namun, Gill ingin dikenal sebagai seorang pria. Gill bahkan dikabarkan telah menjalani operasi awal untuk mengganti kelamin.

    Kritik pedas ini ditujukan karena Dante ‘Tex’ Gil adalah seorang transgender dan Scarlett dituding hanya ingin penghargaan dari aktingnya sebagai Gill.

    Karena hujatan tersebut, Scarlett Johansson memutuskan untuk melepas perannya sebagai transgender. Dalam sebuah pernyataan pada Out.com, Scarlett menjelaskan,”Mengingat adanya kritikan yang muncul baru-baru ini karena peran saya sebagai Dante Tex Gill, saya memutuskan dengan hormat untuk menarik diri dari proyek tersebut.”Scarlett Johansson. GETTY

    Scarlett juga mengatakan, “Pemahaman budaya kita terhadap orang-orang transgender terus meningkat, dan saya telah banyak belajar hal dari komunitas tersebut sejak pernyataan pertama saya mengambil peran ini dan saya sadar itu tidak peka.”

    Namun, Scarlett Johansson mengaku tetap bersyukur bahwa percakapan tentang inklusivitas tetap berlanjut di Hollywood. Dia tetap merasa kagum dan mencintai komunitas transgender terlepas dari kontroversi yang ada.

    Scarlett juga menjelaskan penemuan data dari GLAAD bahwa karakter LGBTQ+ menurun 40 persen pada 2017. Hal tersebut dibuktikan karena tidak ada perwakilan dari karakter transgender di film-film studio besar.

    Scarlett melanjutkan, “Sementara saya mencintai kesempatan untuk membawakan kisah Dante dan perubahan hidupnya, saya mengerti mengapa banyak orang merasa dia harus digambarkan oleh orang transgender.”

    Sebelumnya, masih bersama dengan Rupert Sanders, Scarlett Johansson menuai kontroversi karena film terakhirnya Ghost in the Shell. Keputusannya untuk memerankan karakter Asia dituduh sebagai whitewashing pada karakter, yang didasarkan dari manga Jepang.

    HOLLYWOOD REPORTER | PEOPLE | COSMOPOLITAN | FARAH DIBAJ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.