Jennifer Lopez Pesan Busana Panjang di Jakarta  

Kamis, 29 November 2012 | 21:12 WIB
Jennifer Lopez Pesan Busana Panjang di Jakarta  
(dari kiri) Reza Prawira president director Stellar Indonesia, Endang Astharansi assistand face president Bank Mandiri dan Cheryl Ibrahim dari Dyandra (kanan), saat konfersi pers konser Jennifer Lopez di Cafe Nutz Culture di Senayan City, Jakarta Kamis (29/11). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta -- Jennifer Lopez (JLo) dikenal sebagai salah seorang artis Hollywood yang seksi. Dengan tubuh yang bugar serta kelebihan yang terletak di bokong, ibu dua anak ini kerap tampil terbuka karena memang dia atraktif jika di panggung.

Tapi, untuk tampil di Jakarta, JLo harus membalut tubuhnya dengan busana panjang rancangan desainer asal Libanon, Zuhair Murad. JLo memang khusus memesan delapan busana untuk konser. "Bajunya panjang semua, pokoknya ribet-lah," kata Reza Prawiro, Presiden Direktur Stellar Indonesia.

Menurut Reza, JLo sangat kooperatif ketika mengetahui akan berpentas di Jakarta. Dia menanyakan apa saja yang boleh dan tidak agar konser perdananya ini sukses di Jakarta. "Dia ikuti semua permintaan kita di sini. Sepertinya konser dia sama saja, yang berbeda hanya busana," kata Reza.

Busana panjang itu akan dikenakan pula oleh JLo ketika menggelar konser di Kuala Lumpur. "Tinggal dimodifikasi," ujar Reza.

Selain busananya, JLo mengatur busana 16 penari yang mendampinginya. Bintang film Maid in Manhattan ini ingin mengikuti segala prosedur di tiap negara yang dikunjunginya. "Dia juga mengerti baju penari harus tertutup," kata kekasih Luna Maya ini.




Reza menegaskan, meski busana JLo tertutup, bukan berarti penampilan JLo menjadi terbatas. "Show dia pasti tetap bagus, enggak akan berubah," katanya.

JLo akan tampil di MEIS Ancol selama 1,5 jam dengan membawakan seluruh lagu dari album pertamanya. Konser bertajuk "JLo Dance Again World Tour" ini merupakan tur dunia pertama sejak 2007.

ALIA FATHIYAH

Baca juga:

Film Uang Receh Masuk Nominasi FFI 2012

Album LUTS Dari Band C Man, Tembus Musik Eropa

Pematung Anusapati Mengembalikan Kenangan Kayu

Alasan Film Hello Goodbye Berlatar Korea Selatan

Slamet Gundono Luncurkan Julung Sungsang

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan