Hari Ibu, Victoria Beckham Tulis Surat untuk Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga Beckham, (kiri-kanan) Brooklyn, Cruz, David, dan Victoria Romeo, tiba untuk menyaksikan  London Marathon di London, 26 April 2015. Putri bungsu David dan Victoria, Harper Seven, tidak terlihat dalam acara ini. Steve Bardens/Getty Images

    Keluarga Beckham, (kiri-kanan) Brooklyn, Cruz, David, dan Victoria Romeo, tiba untuk menyaksikan London Marathon di London, 26 April 2015. Putri bungsu David dan Victoria, Harper Seven, tidak terlihat dalam acara ini. Steve Bardens/Getty Images

    TEMPO.CO , Los Angeles: 10 Mei merupakan hari istimewa bagi warga Amerika. Hari yang istimewa bagi para ibu. Tak heran jika, pada Hari Ibu tersebut, sejumlah selebritis dunia mengungkapkan kasih sayang kepada anaknya.

    Victoria Beckham salah satunya. Istri David Beckham tersebut menyempatkan diri untuk menuliskan sebuah surat untuk anaknya.

    Dalam suratnya, Vic mengungkapkan perasaannya saat mengasuh dan membesarkan empat orang anak. Menjadi ibu merupakan hal yang paling perharga bagi Vic.

    "Menjadi ibu membawaku ke dalam perjalanan yang tak diduga. Banyak hal yang mengejutkan dan membingungkan namun menjadi pembelajaran juga," tulis Vic seperti dilansir Dailymail, Selasa, 12 Mei 2015.

    Surat terbuka yang dimuat di Harian Time tersebut juga menjelaskan betapa mantan personel Spice Girl tersebut menyayangi anak-anaknya. "Hubungan emosional yang dirasakan terhadap anak-anak akan menciptakan kegembiraan dan suka cita yang tak terhingga," ujar Vic.

    Anak membuat Vic lebih bertanggung jawab dan memiliki kepekaan yang kuat. Tak heran jika Vic merasa jadi sosok istimewa dengan kehadiran empat anaknya.

    "Anak-anak adalah keajaiban untukku di setiap harinya. Dari balita hingga remaja, setiap momen memiliki energi dan melibatkan perasaan," kata Vic.

    RINA ATMASARI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.