Kim Kardashian Bercinta 500 Kali Sehari Agar Bisa Hamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Kim Kardashian dan Kanye West saat tiba di ajang GRAMMY ke-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015.  Larry Busacca/Getty Images for NARAS

    Ekspresi Kim Kardashian dan Kanye West saat tiba di ajang GRAMMY ke-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. Larry Busacca/Getty Images for NARAS

    TEMPO.CO, Los Angeles - Kim Kardashian terlihat keletihan dalam reality show Keeping Up With The Kardashians ketika usahanya untuk mengandung anak kedua mulai menguras energinya. Wanita 34 tahun ini tengah berjuang keras untuk hamil, sehingga dia terlihat moody dan lelah.

    Kim mengaku sangat berambisi memberikan adik bagi anak pertamanya, North, sehingga dia dan suaminya, Kanye, melakukan hubungan intim berkali-kali dalam sehari. Belakangan, Kim malah mempertimbangkan mencarikan wanita pengganti untuk mengandung anaknya.

    Dalam acara tersebut diperlihatkan Kim tengah berbaring agar sperma Kanye bisa membuahi telurnya. “Dokter bilang, saya harus berbaring selama beberapa menit setelah berhubungan intim,” ucap Kim.

    Dalam sebuah sesi pemotretan, Kim memanggil Kanye ke studio agar keduanya bisa berhubungan intim saat dia sedang dalam masa subur. “Kita harus bisa membuahinya, kapan pun kita bisa,” ujar Kim setelah mengakui dia dan suaminya telah bercinta di kamar mandi.

    Aktivitas yang berlebihan tersebut mulai menguras energi Kim. “Saya benar-benar lelah. Saya boleh dibilang telah bercinta 500 kali sehari,” keluh Kim kepada adiknya, Khloe. “Saya baru saja menstruasi, yang berarti saya tak hamil bulan ini. Saya sangat kecewa, karena saya benar-benar berusaha keras agar bisa hamil. “Saya begitu frustrasi, saya capek, dan saya pikir saya terlalu memaksakannya.”

    DAILYMAIL | A. RIJAL


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.