Komik Tintin in the Congo Dinilai Rasis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tintin in the Congo

    Tintin in the Congo

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Hakim di Belgia akan mengumumkan putusan apakah Tintin in the Congo boleh dijual di toko-toko di Belgia. Jika memang boleh, apakah komik tersebut harus mencantumkan peringatan bahwa isinya berbau rasis.

     

    Komik tersebut sudah pernah dikecam karena menampilkan stereotip rasial yang kasar. Tiga tahun lalu Komisi untuk Comission for Racial Equality, lembaga Inggris yang ditugasi menjamin kesetaraan rasial, meminta buku tersebut dilarang.

     

    Lembaga itu menyatakan, komik tersebut menggunakan perbandingan dan kata-kata yang memuat purbasangka rasial yang menyeramkan.

     

    Dibuat pada pengujung 1920-an, komik tersebut merupakan cerita petualangan kedua Tintin yang diciptakan oleh Herge, yang belakangan menyatakan karya tersebut adalah kekeliruan khas anak muda yang mencerminkan purbasangka pada zamannya.

     

    Kini edisi komik tersebut di Inggris umumnya ditempatkan di rak untuk khalayak yang lebih dewasa, dan dijual dengan label kertas di luar sampul dengan peringatan bahwa isinya bisa menyinggung.

     

    Di Belgia, Bienvenue Mbutu, seorang warga Kongo yang menetap di negara itu meminta pengadilan Belgia melarang buku komik tersebut. Namun dia mengatakan, akan puas jika karya itu dijual dengan menambahkan peringatan seperti yang di Inggris.

     

     

    BBC/NURDIN KALIM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.