Album Puspa Ragam Guruh Sukarno Putra Dirilis, Libatkan Noah hingga Afgan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cover album Puspa Ragam Karya Guruh Soekarno Putra yang melibatkan sejumlah musisi Tanah Air. Foto: Musica Studios

    Cover album Puspa Ragam Karya Guruh Soekarno Putra yang melibatkan sejumlah musisi Tanah Air. Foto: Musica Studios

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah musisi Tanah Air ikut terlibat dalam album terbaru Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra yang dirilis pertengahan 2020. Mereka adalah Noah, Iwan Fals, D’Masiv, Kahitna, Afgan, Giring Ganesha, Geisha, Sheryl Sheinafia, Vidi Aldiano, Ubay Nidji, serta Maizura dan JFlow.

    Produser Musica Studio Indrawati Widjaja,atau akrab disapa Acin, mengatakan lagu-lagu dalam album bertajuk Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra tersebut sengaja dikemas dengan gaya baru sesuai selera anak muda masa kini.

    "Kita berharap album ini bisa memenuhi keinginan dari para milenial yang sekarang dan juga yang dulu mendengar kembali dengan yang sudah di kompilasi menjadi karya-karya terbaik," kata Acin dalam konferensi pers pada Jumat, 14 Agustus 2020.

    Album Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra ini berisi rangkuman 10 lagu terbaik ciptaan adik kandung dari Megawati Soekarnoputri seperti Kala Cinta Menggoda, Aji Mumpung, Sendiri, Candu Asmara, Kala Sang Surya Tenggelam, Zamrud Khatulistiwa, Setia, Cinta Indonesia, Lenggang Puspita dan Keranjingan Disko.

    Vidi Aldiano yang dipercaya membawakan lagu Zamrud Khatulistiwa sempat mengalami tantangan besar. "Semua lagu Eyang Guruh Sukarno Putra itu super magis buat aku, pokoknya gak boleh salah. Zamrud Khatulistiwa itu lagu wajib musisi-musisi kalau off air kita closing pasti pakai lagu ini," kata Vidi. Setelah dirilis, Vidi sangat senang dengan hasilnya.Guruh Sukarno Putra. Dok.TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sedangkan lagu Lenggang Puspita dibawakan oleh Afgan. Ia mengaku sudah suka dengan lagu tersebut sejak kecil ketika dibawakan oleh Ahmad Albar. "Penginnya gak terlalu modern, penginnya tetap ada feel old school-nya tetap ada diskonya gitu," kata Afgan.

    Walaupun berhalangan hadir dalam perilisan album lagu-lagu karyanya ini, Guruh Sukarno Putra tetap memberikan apresiasi terhadap ide cemerlang ini. Bahkan ia juga yang memilih sendiri nama Puspa Ragam Karya sebagai judul dalam album ini.

    "Ide ini menurut saya bagus. Lagu-lagu saya diproduksi dengan aransemen gaya milenial seperti ini harapan saya tentunya ini sebagai suatu persembahan dari saya dengan Musica Studios dan teman-teman semuanya kepada bangsa Indonesia terutama generasi masa kini dan juga generasi lama sebagai kenang-kenangan," kata Guruh Sukarno Putra dalam video sambutan di konferensi pers virtual.

    Sejak 2019, beberapa lagu dalam album Puspa Ragam Karya Guruh Sukarno Putra 2020 sudah rilis terlebih dahulu di YouTube, Spotify dan seluruh digital platform. Untuk rilisan fisik berupa piringan hitam atau vinyl akan segera edar dalam waktu dekat. Sedangkan untuk rilisan fisik berupa CD sudah bisa didapatkan di gerai KFC seluruh Indonesia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.