Agnez Mo Soroti Kematian George Floyd, Gaungkan #JusticeForFloyd

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnez Mo saat berada di New York, Amerika Serikat. Foto ini diunggah oleh fotografer dan videografer Paul Andrew pada Minggu 24 November 2019. Instagram.com/@paulandrew_nyc

    Agnez Mo saat berada di New York, Amerika Serikat. Foto ini diunggah oleh fotografer dan videografer Paul Andrew pada Minggu 24 November 2019. Instagram.com/@paulandrew_nyc

    TEMPO.CO, Jakarta -Agnes Monica atau yang dikenal dengan nama Agnez Mo ikut menyoroti kematian George Floyd, pria Amerika yang meninggal akibat dicekik polisi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Senin, 25 Mei 2020. Kematian George Floyd beragam kecaman dari masyarakat dunia karena dianggap sebagai bentuk rasisme.

    Agnez Mo mengunggah foto Floyd di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 28 Mei 2020 sebagai bentuk dukungannya untuk menuntut keadilan untuk Floyd dengan tagar #JusticeForFloyd.

    "Man my heart aches," tulis Agnez Mo atau dalam Bahasa Indonesia "Sungguh hatiku sakit".
    Agnez Mo juga menyematkan kalimat yang diunggah oleh akun @drcarolineleaf yang menyoroti rasisme.

    Agnez Mo juga sebelumnya pernah mengubah penampilannya, dari mulai gaya rambutnya menjadi kepang kecil-kecil hingga kulitnya yang semakin gelap. Hal ini dilakukannya sebagai bentuk untuk upayanya mencerminkan budaya orang Indonesia, yakni Papua.

    Respons positif pun diterima oleh Agnez Mo setelah mengunggah foto Floyd. Selain mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan, netizen pun juga merasakan sakit hati serupa atas kematian Floyd. Sejumlah doa juga dipanjatkan mereka di kolom komentar unggahan Agnez Mo.
    Seorang wanita melewati potret pria keturunan Afrika-Amerika, George Floyd yang dipasang saat penghormatan di sebuah halte yang dikelilingi buket bunga di Minneapolis, Minnesota, AS, 28 Mei 2020. Kematian Floyd yang mengundang kemarahan warga menimbulkan kerusuhan di Kota Minneapolis. REUTERS/Carlos Barria
    "Terima kasih telah berbicara Agnes keadilan yang tepat. Tuhan mencintai semua manusia. Tidak masalah Anda putih, hitam atau kuning," tulis akun @namsunbertin. "Ini sangat menyedihkan dan saya berharap ada keadilan, tidak ada yang layak untuk ini, Rip George Floyd," tulis akun @felix_simatupang. "Saya benar-benar menangis. Sayangnya ini adalah dunia yang kita tinggali di mana budaya warna ras membawa kita terpecah bukannya bersatu! Tidak ada lagi kasih sayang," tulis akun @ernawati.suharto.52.

    Kemarahan publik pecah setelah beredar video yang memperlihatkan seorang polisi menahan Floyd sambil mencekik lehernya dengan lutut dan membuatnya kesulitan bernapas. Floyd sempat meronta kesakitan sebelum akhirnya meninggal dunia.

    Rekaman video lain dari kamera keamanan restoran terdekat, tidak menunjukkan indikasi bahwa Floyd melakukan perlawanan ketika polisi menahannya atas dugaan mencoba menggunakan uang kertas palsu senilai $ 20 dolar atau setara Rp 295 ribu, untuk pembelian di sebuah toko swalayan. Akhirnya keempat petugas yang terlibat telah dipecat dan kasusnya kini diserahkan ke FBI. Keluarga Floyd menuntut agar para polisi yang terlibat didakwa dengan pembunuhan.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.