Album Joe Satriani yang Makin Matang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:

    Professor Satchafunkilus and the Musterion of Rock
    Joe Satriani
    Epic, 2008

    Gitaris Joe Satriani sudah menempuh periode selama 21 tahun sejak pertama kali masuk dunia rekaman. Sampai dua tahun lalu dia telah mengoleksi 11 album dalam diskografinya. Jika album-album itu disimak secara kronologis, siapa pun akan sulit menepis bahwa Surfing with the Alien, yang dirilis pada 1987, adalah album terbaiknya. Atau, setidaknya, inilah satu dari sedikit saja album instrumental rock yang bisa mendarat di daftar Top 40.

    Walau begitu, sebenarnya, mesti diakui pula tak satu pun dari album-album Satriani lainnya yang bisa dibilang buruk. Masing-masing, meski rentang variasinya tak lebar-lebar amat, punya kelebihan dan kekurangan dalam bobot tertentu. Kesamaannya: selalu ada komposisi yang melodinya meresap ke dalam memori pendengarnya.

    Album berjudul heboh ini termasuk di antara kelompok yang lain itu. Justru di sini, terasa benar bedanya dengan apa yang telah dilakukan Satriani sebelumnya. Gitaris yang sempat menjadi guru bagi gitaris-gitaris seperti Kirk Hammett (Metallica), David Bryson (Counting Crows), dan Alex Skolnick (Testament) ini terdengar seperti sudah tak perlu lagi membuktikan betapa lengkapnya teknik bermain yang ia miliki. Atau, betapa cepat dia bisa meniti rangkaian not, melompati deretan fret, seolah melumerkan papan nada gitarnya. Dia lebih berfokus pada seni menciptakan harmoni, membuat komposisi yang memikat.

    Satriani sudah memulai hal itu di, setidaknya, dua album terdahulu. Tapi di sini dia terasa semakin matang. Dan bonusnya: dia masih sanggup melakukan apa yang telah dilakukannya sejauh ini, memadukan virtuositas dengan melodi yang sanggup mengundang orang untuk ikut menyanyikannya. Cobalah simak Come on Baby nan bluesy, Diddle-Y-A-Doo-Dat yang memadukan jazz dan funk, serta Andalusia yang berbumbu flamenco.

    Tentu saja, ada yang lain lagi, dan juga ada yang mestinya disisihkan saja untuk kelak jika ada niat merilis berbagai track yang belum pernah dipublikasikan, yakni Professor Satchafunkilus dan--terutama --I Just Wanna Rock. Tapi, secara keseluruhan, album ini tetap pantas disandingkan di tempat yang sama dengan album-album Satriani lainnya.

    Purwanto Setiadi

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.