Pelecehan di Lokasi Syuting, Hannah Al Rashid Ajak Berani Bicara

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hannah Al Rashid saat mengikuti aksi memperingati Hari Perempuan Internasional. Instagram

    Hannah Al Rashid saat mengikuti aksi memperingati Hari Perempuan Internasional. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta -  Aktris Hannah Al Rashid mengungkapkan bahwa pelecehan seksual tidak jarang juga terjadi di lokasi syuting. Sebagai perempuan yang menggeluti dunia seni peran, Hannah ikut turun ke jalan menyuarakan aspirasinya dalam acara Women's March Jakarta pada Peringatan Hari Perempuan Internasional pada Ahad, 8 Maret 2020.

    "Ini tahun ke-4 gw ikut dukung @womensmarchjkt dan seperti biasa energinya luar biasa. Tahun ini gw ingin menyoroti pelecehan di lokasi syuting karena terlalu sering terjadi, dan terlalu sering juga itu hanya diabaikan dan ditutup-tutupi. Saya berkomitmen untuk berupaya mengubah ini, dalam kapasitas apa pun yang saya bisa," tulis Hannah di Instagramnya pada Minggu, 8 Maret 2020.

    Dalam poster yang ditunjukkannya, tertulis mengenai lokasi syuting yang menurutnya paling ideal. "Tidak ada nyamuk, tidak ada kecoa, dan tidak ada lelaki yang tangannya kemana-mana," tulisnya dilengkapi dengan tagar #sinematikgakharustoxic. Hannah pun mengajak teman-teman seprofesinya untuk berani bicara jika mengalami pelecehan khususnya di lokasi syuting.

    "Kepada teman-teman industri perfilman yang pernah mengalami pelecehan di lokasi syuting, kami di sini untukmu. Kepada predator-predator di industri ini, hati-hati karena kami memperhatikanmu," tulis Hannah.

    Perempuan kelahiran London, Inggris ini juga meminta untuk tidak takut dalam melawan segala hal yang merugikan hak-hak perempuan. "Mari kita lawan bersama. Cinta dan solidaritas untuk kalian semua (juga geser untuk poster favorit saya tahun ini!) Kepada seluruh panitia @womensmarchjkt terima kasih telah menjaga kita tetap aman hari ini," tulis Hannah.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.