Bagaimana Buku Komik Bang Lambe Melihat Peluang di Era Digital?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komik Bang Lambe Vol. I karya Alan dan Din. TEMPO/Charisma Adristy

    Komik Bang Lambe Vol. I karya Alan dan Din. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta -  Gramedia Pustaka Utama baru saja merilis komik Bang Lambe pada Senin, 18 November 2019. Ini merupakan komik karya Alan dan Din yang sebelumnya sudah memikat para pembaca melalui Instagram Komik Onlen dan di Webtoon.

    Kedua komikus ini menyambut baik dengan adanya tawaran pembuatan buku komik tersebut. Menurut mereka ini bisa menjadi tempat untuk menyalurkan ide-ide cerita yang hanya bisa diceritakan melalui buku. "Aku emang butuh wadah supaya orang tahu seliar apa cerita ini dan terima kasih banget ada tempat wadah untuk nuangin cerita itu," kata Alan di Kantor Tempo pada Rabu, 27 November 2019.

    Alan dan Din juga memiliki strategi khusus untuk menjadikan komik ini bisa bersaing dengan e-book yang saat ini populer. "Aku sama Din mencoba supaya bukunya unik biar engga kalah sama e-book ada game di dalamnya bisa ditulis-tulis, kalau di ebook kan engga bisa dicoret-coret," kata Alan.

    Publik Relations Gramedia Pustaka Utama, Dionisius Wisnu mengatakan saat ini komik memiliki peluang besar di Indonesia meski banyak pembaca memilih komik terjemahan dibandingkan komik lokal. Namun itu yang membuat komik Bang Lambe dikemas menjadi sebuah buku komik. "Kita coba rebut kembali pembaca komik yang sebelumnya lebih banyak berkutat dengan komik terjemahan," kata Wisnu.

    Ternyata karya mereka disambut baik oleh para pembacanya. Ini bisa diketahui dari tanggal perilisan komik Bang Lambe yang dimajukan pada 18 November 2019 dari rencana awal pada Senin, 2 Desember 2019 karena banyak permintaan yang penasaran dengan cerita di dalamnya. Cetakan pertama buku ini mencapai 3 ribu eksemplar. Mereka juga berharap suatu saat nanti, cerita Bang Lambe ini bisa dikemas dalam bentuk film.

    Komik Bang Lambe sendiri menceritakan sisi lain kehidupan pengemudi ojek online yang disajikan dalam bentuk komik humor. Tidak hanya itu, ada juga pengendara taksi online dan ojek online wanita. Sejak unggahan pertamanya di Instagram pada Agustus 2018, Komik Onlen sudah memiliki lebih dari 98 ribu pengikut. Diharapkan pembaca juga dapat mendapatkan nilai moral dari cerita-cerita yang mereka sajikan.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!