Syahrini Enggan Tanggapi Pembelaan Pencipta Lagu Lagi Syantik

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini memberikan keterangan dalam peluncuran produk kosmetik Illuminating Make-up dari brand make up Lakme, di Senayan City, Jakarta, 28 Mei 2018. Dalam acara itu, Syahrini tampil anggun dengan gaun bernuansa pastel. TEMPO/Nurdiansah

    Syahrini memberikan keterangan dalam peluncuran produk kosmetik Illuminating Make-up dari brand make up Lakme, di Senayan City, Jakarta, 28 Mei 2018. Dalam acara itu, Syahrini tampil anggun dengan gaun bernuansa pastel. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Video lagu Lagi Syantik yang dibawakan Siti Badriah telah ditonton lebih dari 200 juta kali di situs berbagi video YouTube. Di balik kesuksesan lagi itu, Syahrini mengaku kesal karena Siti Badriah telah mengambil jargon Syantik yang diklaim diciptakannya.

    Baca: Syahrini Kecewa Jargon Syantik Dipakai Artis Lain

    Namun, Yogi RPH selaku pencipta Lagi Syantik mengaku lagu tersebut tak terinspirasi Syahrini. Yogi RPH mengatakan, jargon Syantik dicomot dari media sosial karena sempat happening.

    Saat diminta tanggapan soal pembelaan Yogi RPH, Syahrini tampak gusar. Ekspresi mantan duet Anang Hermansyah itu berubah dan enggan menjawab pertanyaan wartawan.

    "No comment. Pertanyan apa tuh?" ucap Syahrini di CGV Bekasi Cyber Park, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Mengenakan kaus putih bertuliskan 'Anda Jangan Julid' Syahrini langsung buru-buru jalan menuju area parkir menuju mobilnya.

    Sementara Rani, adik sekaligus manajer yang mendengar pertanyaan wartawan tampak sinis kemudian menyuruh Syahrini untuk diam. "Siapa yang nanya? Diemin aja," kata Rani ke Syahrini.

    Padahal, sebelumnya Syahrini tampak ramah menebar senyum. Bahkan Syahrini antusias tatakala menjawab pertanyaan media soal film terbarunya, Bodyguard Ugal-Ugalan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.