Syahrini Kecewa Jargon Syantik Dipakai Artis Lain

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Syahrini menunjukkan salah satu produk kosmetik favoritnya yang termasuk dalam rangkaian Illuminating Make-up dari brand make up Lakme, di Senayan City, Jakarta, 28 Mei 2018. Syahrini memilih empat produk favorit dari Lakme yang dikemas cantik dalam make-up box limited edition. TEMPO/Nurdiansah

    Syahrini menunjukkan salah satu produk kosmetik favoritnya yang termasuk dalam rangkaian Illuminating Make-up dari brand make up Lakme, di Senayan City, Jakarta, 28 Mei 2018. Syahrini memilih empat produk favorit dari Lakme yang dikemas cantik dalam make-up box limited edition. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Syahrini dikenal sebagai artis yang banyak menciptakan kalimat nyeleneh atau jargon, yang kemudian jadi ciri khasnya. Belakangan Syahrini mengaku kecewa karena jargonnya dipakai oleh sejumlah artis.

    Baca: Berdoa Punya Rumah di Amerika Serikat Syahrini Diceramahi Netizen

    Syahrini kesal karena artis-artis lain memakai jargon miliknya tanpa mau mengakui dari mana asal jargon tersebut.Syahrini. TEMPO | Yatti Febri Ningsih

    "Aku suka miris dan menyayangkan sekali, kadang-kadang sesama para seniman, artis juga, sering juga mengikuti bibir lincah ini 'Anda Jangan Julid', 'Manjah', 'Syantik', tapi kadang-kadang mereka suka tidak mengakui itu dari Syahrini, apa sih susahnya kita kan berteman," ujar Syahrini di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018.

    Tak hanya itu, Syahrini juga menuding artis-artis yang sengaja menggunakan jargonnya untuk kepentingan pribadi sebagai orang yang munafik. "Tapi kadang-kadang suka pada munafik kan, dipakai juga mereka mendapatkan uang juga dari aku, mendapatkan keberkahan," kata Syahrini.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.