Kibaran Aneka Bendera Negara di Djakarta Warehouse Project

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemeriahan festival musik digital Djakarta Warehouse Project 2016 di JiExpo Kemayoran, Jumat, 9 Desember 2016. TEMPO/Moyang Kasih

    Kemeriahan festival musik digital Djakarta Warehouse Project 2016 di JiExpo Kemayoran, Jumat, 9 Desember 2016. TEMPO/Moyang Kasih

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak salah bila gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) disebut sebagai festival musik dansa elektronik terakbar di Asia. Digelar pada 9-10 Desember 2016 di JIExpo Kemayoran, festival ini menarik penonton dari berbagai negara.

    Banyak penonton dari luar negeri itu bahkan tak segan mengenakan bendera nasional masing-masing untuk menunjukkan identitas mereka. Bendera beragam warna dari Malaysia, Singapura, Vietnam, Hong Kong, hingga Korea Selatan menyemarakkan kostum para pengunjung DWP malam itu.

    Rex, 24 tahun, asal Hong Kong misalnya. Bersama lima orang temannya, Rex sepakat mengenakan bendera Hong Kong berwarna merah dengan bunga putih di bagian tengah. Bendera itu mereka kenakan di punggung dan mennyelimuti hampir seluruh tubuh. Bila sedang berdansa mengikuti irama musik, bendera itu dikibar-kibarkan.

    “Ini simbol persatuan. Walau dari berbeda negara, kami satu di sini,” kata Rex yang ditemui tadi malam, 9 Desember 2016, di panggung Cosmic Station DWP.

    Rex dan teman-temannya sengaja memilih Indonesia untuk tujuan liburan mereka. Ajang Djakarta Warehouse Project adalah atraksi utama yang membuat mereka tertarik berlibur ke Jakarta. “Ini pertama kalinya kami ke Jakarta,” ujar Rex.

    Menurut Rex, di DWP dia bisa menikmati langsung penampilan DJ-DJ yang jadi favoritnya. Beberapa nama yang ia nantikan adalah Hot Since 82 dan Jason Ross. Ia berencana mengikuti penuh gelaran DWP selama dua hari sampai pagi.

    Bendera lain yang paling jamak terlihat adalah bendera negara tetangga, Malaysia. Bendera seperti menjadi properti berpesta yang dikibar-kibarkan dan diacungkan ke udara dengan bangga. “Untuk menunjukkan identitas saya,” ujar Wani, 32 tahun, asal Kuala Lumpur.

    Wani adalah pengunjung setia Djakarta Warehouse Project. Tahun lalu, ia juga khusus datang ke Jakarta demi DWP. Begitu pula tahun ini. “Saya datang kemarin dan langsung pulang hari Minggu setelah selesai DWP,” ujar Wani. Menurut Wani, ia tak keberatan datang ke Jakarta demi menyaksikan penampilan Alan Walker.

    Djakarta Warehouse Project tahun ini diramaikan deretan DJ internasional seperti Alan Walker, Martin Garrix, Duke Dumont, Zedd, Hot Since 82, Marlo, Yves Z, Blasterjaxx, Tiga,dan Tokimonsta. Sederet performer lokal pun tak ketinggalan unjuk gigi seperti Dipha Barus, Devarra, Aiu Kandi, Trilions, Isha Hening, dan Yesterday Afternoon Boys.

    Digelar selama dua hari sampai pagi, panggung utama kali ini dihias ornamen burung garuda raksasa di panggung Garudha Land yang berada di luar ruangan. Selain itu, ada dua panggung lain di dalam ruangan yang berganti tema tiap hari. Pada malam pertama, dua panggung itu bertema Neon Jungle dan Cosmic Station. Sedangkan di hari kedua terdapat panggung spesial Life In Color Kingdom serta The Darker Side.

    Panggung Life in Color akan menjadi special stage dengan produksi panggung mutakhir dan pesta cat aneka warna. Cat warna-warni akan ditembakkan dari panggung untuk menyemarakkan ajang hura-hura ini.

    MOYANG KASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.