Anak Muda Kendari Ekspresikan Musim Pilkada Lewat Seni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pembeli memilih makanan yang dijajakan di emperan jalan kota Kendari, Sultra(1/8). Di bulan ramadhan, penjual jajanan untuk buka puasa bermunculan di emperan jalan. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah pembeli memilih makanan yang dijajakan di emperan jalan kota Kendari, Sultra(1/8). Di bulan ramadhan, penjual jajanan untuk buka puasa bermunculan di emperan jalan. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.COKendari - Pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di tujuh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara pada 2017 menjadi media kreasi bagi para seniman dan sastrawan muda di Kota Kendari.

    Para seniman dan sastrawan yang bergabung di Komunitas Sastra Muda (KSM) memotret realitas politik lalu membalutnya dalam karya seni yang bertema “Kedewasaan Berpolitik”. Pertunjukan teater dan pameran gambar karikatur menjadi pilihan dalam menyampaikan pesan bagaimana selaiknya bersikap dewasa serta santun dalam berpolitik.

    Panitia kegiatan itu, Ari Ashari, mengatakan salah satu acara yang ditampilkan adalah teater komedi berjudul Madona pada Sabtu, 30 Juli 2016. Teater ini berkisah tentang keluarga yang retak karena perbedaan pilihan dalam pilkada. Mereka berkonflik karena tak siap menghargai pilihan politik tiap anggota keluarga.

    Tema pertunjukan yang baru pertama kali dihelat di Kota Kendari ini memang sengaja dipilih karena hal tersebut sesuai dengan realitas yang terjadi di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara. "Padahal sejatinya pemilihan kepala daerah menjadi pesta demokrasi, bukannya perang,” ujar Ari.

    Pertunjukan yang berlangsung selama 45 menit itu mendapat apresiasi dari sekitar 200 pengunjung yang didominasi kawula muda yang hadir di Taman Kota. “Acaranya bagus, semoga lebih sering," kata Ilham, seorang penonton teater.

    Selain pementasan lakon Madona, kegiatan yang mengusung konsep “Let Art Bring Peace” itu juga menggelar pameran 23 karikatur dari tujuh kartunis anakonda—sebutan untuk anak muda Kendari. Salah satunya adalah karikatur karya Muhammad Nur Djafar berjudul “Welcome to Parah Days”. Gambar itu memvisualisasikan kondisi hutan di Sulawesi Tenggara yang sudah gundul akibat kongkalikong politikus dengan pengusaha yang datang untuk mengeruk kekayaan sumber daya alam di Bumi Anoa. 

    Ada juga karikatur lain yang menggambarkan maraknya sampah visual para calon kepala daerah yang bertebaran hampir di setiap sudut kota hingga merusak keindahan kota yang baru saja meraih penghargaan Adipura yang kedelapan kali. 

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.