Justin Bieber dan Rihanna Bisa Promosi Lagu di Instagram

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rihanna tiba di ajang Grammy Awardske-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015.  REUTERS/Mario Anzuoni

    Rihanna tiba di ajang Grammy Awardske-57 di Los Angeles, California, 8 Februari 2015. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, San Fransico -Aplikasi foto Instagram membangun komunitas khusus bagi musikus, dengan akun resmi bernama @music. Ide datangnya komunitas ini adalah popularitas Instagram yang dipacu oleh akun resmi milik musikus dunia.

    “Instagram ingin mendedikasikan mereka dengan membuat jaringan khusus,” demikian ditulis Tech Crunch, Kamis, 30 April 2015.

    Musikus dunia yang akunnya sangat populer di Instagram, antara lain Justin Bieber, Madonna, Taylor Swift, dan Rihanna. Akun Instagram juga diharapkan menjadi sarana promosi dan membangun basis penggemar bagi musikus yang baru merintis karir.

    “Musik selalu menjadi bagian penting di Instagram,” ujar pendiri dan Chief Executive Officer Instagram, Kevin Systrom. Dia melanjutkan, Instagram pun menjadi sarana bagi para musikus untuk berhubungan langsung dengan penggemar. Lewat foto yang diunggah, penggemar dapat menulis komentar atau member tanda Suka atau Like.

    Komunitas @music akan berada di bawah divisi Musik yang dipimpin oleh Alex Suskind. Konten yang disajikan, dikelompokkan berdasarkan tagar atau hashtag. Sebagai contoh antara lain, cara berpenampilan baik di atas panggung. Ada juga cara menyelaraskan gerakan yang disesuaikan dengan alat musik.

    Instagram menyebutkan, @music sudah diikuti 60 juta akun. Akun ini juga digunakan oeh sejumlah perusahaan untuk membangun kreativitas para pekerjanya.

    Anak perusahaan Facebook ini pun optimistis @music dapat menjadi wadah yang kuat bagi pencinta musik. “Pengguna Instagram yang mencapai 300 juta tentu berperan besar mendorong komunitas ini,” kata Tech Crunch.

    TECH CRUNCH | SATWIKA MOVEMENTI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.