Matthew Koma, DJ yang Doyan Masak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung kelelahan berdansa di Djakarta Warehouse Project 2014 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Frannoto

    Sejumlah pengunjung kelelahan berdansa di Djakarta Warehouse Project 2014 di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, 12 Desember 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Matthew Koma adalah disc jockey (DJ), penyanyi, penulis, sekaligus produser lagu. Usianya 27 tahun. Tapi, pemuda asal Amerika Serikat ini sudah berkolaborasi dengan sejumlah musikus electronic dance music beken. Sebut saja DJ Hardwell—nomor satu dunia versi majalah DJMag dan situs DJList—Tiesto, Afrojack, dan Zedd.

    Bersama Zedd, Koma menjadi produser lagu Clarity yang belakangan sangat populer. Dia menjadi penyanyi bersama Myriam Bryant dalam lagu Find You yang dirilis pada tahun ini. Lagu andalannya, Parachute dan One Night, dirilis sebagai single atas namanya.

    Koma juga terlibat dalam produksi album penyanyi pop asal Kanada, Carly Rae Jepsen. Lagu hit Jepsen berjudul This Kiss adalah salah satu karyanya. Selain itu, dia punya sederet lagu hit dan telah menggelar tur bersama grup musik dunia, seperti Owl City, LMFAO, Far East Movement, juga penyanyi Ellie Goulding.

    Lagu Find You, yang belakangan sering diputar di radio lokal Indonesia, ditulis Koma di basement rumah orang tuanya di Amerika. Karier Koma bisa dibilang melejit bak komet hanya dalam dua tahun terakhir sejak memulai debut komersial pada 2012. (baca juga: Ketika 'Alien' Mengguncang Kemayoran)

    Tempo berkesempatan mengobrol dengan Koma ihwal rangkaian turnya di Tanah Air beberapa waktu lalu. Berikut ini adalah petikan wawancaranya.

    Bagaimana rasanya datang ke Indonesia untuk pertama kali?
    Excited. Saya enggak sabar bermain di DWP 2014. Saya pikir penonton di sini cukup ramai dan bersemangat.

    Apakah Anda sempat mencicipi masakan Indonesia?
    Kepengin banget. Tapi saya baru saja keracunan makanan setelah 48 jam di Indonesia. Saya terlalu bersemangat mencoba street food. Akhirnya jadi keracunan, deh.

    Selain bermusik, apa saja hobi Anda?
    Saya suka sekali memasak. Kadang saya membuat sushi sendiri. Saya pikir saya cukup jago bikin sushi.

    Anda jago bikin sushi? Bisa diceritakan awal mulanya? Dan sushi apa yang Anda bikin?
    Well, masih yang standar-standar saja, sih. Seperti sashimi dan semacamnya. Semua berawal ketika saya berumur 15 tahun. Saat itu orang tua saya membawa sushi ke rumah dan saya langsung suka. Enggak tahu kenapa. Saya suka sekali makanan Asia, khususnya Jepang.

    Anda menyukai masakan Asia, jangan-jangan setengah diri Anda sebenarnya orang Asia?
    Bisa jadi. Mungkin saja saya keturunan Asia dari buyut atau nenek moyang saya. Saya belum sempat melacak itu sih.

    Sebelum ke Jakarta, Anda sempat menggelar pertunjukan juga di Bandung?
    Ya. Cukup seru. Crowd-nya cukup gila. Saya enggak sabar melihat seperti apa antusiasme penonton di Jakarta.

    Jika tidak menjadi DJ, kira-kira Anda bakal jadi apa?
    Mungkin saya bakal jadi chef. Karena saya suka memasak.

    SUBKHAN

    Terpopuler:
    Menangkal Kanker dengan Teh Hijau Lokal
    Kenali Gangguan Ruam Bayi Anda
    Sepanjang 2014, Kejahatan Terhadap Anak Meningkat
    Obat Tulang, Tekan Risiko Kanker  
    Masakan Rumahan di Galeri Seni Kolonial

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.