Mengapa Murry Jadi Faktor Plus untuk Koes Plus?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Grup musik Koes Plus yang terdiri dari Yon Koeswoyo, Murry Koeswoyo, Yok Koeswoyo,  dan Damon Koeswoyo, Jakarta, 1994.  Koleksi Pribadi

    Grup musik Koes Plus yang terdiri dari Yon Koeswoyo, Murry Koeswoyo, Yok Koeswoyo, dan Damon Koeswoyo, Jakarta, 1994. Koleksi Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perubahan nama Koes Bersaudara menjadi Koes Plus ternyata disebabkan oleh Murry atau Kasmuri yang bergabung dalam band legendaris itu pada 1969. Murry satu-satunya anggota Koes Plus yang bukan dari keluarga Koeswoyo.

    Seperti ditulis majalah Tempo dalam rubrik Memoar, 14 Mei 2010, pemakaian kata "plus" selain disebabkan masuknya Murry, juga ada alasan lain. Selain permainan Murry dalam drum berarti "plus", perubahan lainnya adalah karena Tonny menukar gitar dengan organ meski tidak sama sekali meninggalkannya.

    Suara piano dan flute masuk pula dalam perbendaharaan instrumen sehingga mendekatkan mereka kepada musik Bee Gees. Hal ini tercatat dari laporan Tempo di rubrik Musik pada 29 April 1972. "Tahun 1969 Koes Bersaudara mendjadi Koes Plus. Itu merupakan taraf terakhir perjalanan puber kami", kata Tonny. (baca:Murry Merasa Sejiwa dengan Koes Plus)

    Murry menggantikan Nomo memegang drum. Ini berawal adanya perselisihan antara Nomo dengan Tonny. Saat itu Nomo meminta kepada kakaknya untuk tidak mengandalkan hidup dari musik saja. "Main musik ya main musik, tapi jangan main musik tok. Cari usaha bisnis lah," usul Nomo. Rupanya Tonny kurang setuju, maka terjadilah pergeseran pada 1969 sehingga nama Koes Plus dipakai. Namun, Nomo tidak keluar seutuhnya dari Koes Plus, melainkan diangkat menjadi semacam anggota kehormatan Koes Plus.

    Murry lahir di Jember, Jawa Timur, 19 Juni 1949. Murry meninggal Sabtu, 1 Februari 2014 pukul 05.00 pagi. Saat ini jenazah Murry disemayamkan di kediamannya, Perum Kranggan Permai Jalan Cempaka 1, BS 18 No 19-20, Pondok Gede, Jati Sampurna. Sehabis salat zuhur, jenazah akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. (Baca: Murry Koes Plus Meninggal).

    PDAT | ALIA

    Berita Terpopuler
    Mereka Terseret di Kasus Anggoro Widjojo
    Kisah KPK Mengatur Anggoro Dipajang Selama 5 Menit
    Muhaimin: Capres PKB Tetap Rhoma Irama
    Gita Wirjawan Mundur dari Menteri Perdagangan

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.