Agnes Mo Tak Pernah Merasa 'Saltum'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnes Monica saat tampil menghibur penggemarnya dalam Konser Harmoni Special Agnes Monica di Balai Sarbini, Jakarta, (6/12). TEMPO/Nurdiansah

    Agnes Monica saat tampil menghibur penggemarnya dalam Konser Harmoni Special Agnes Monica di Balai Sarbini, Jakarta, (6/12). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Penampilan panggung Agnes Monica kerap menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Namun, keunikannya dalam bergaya dan berbusana terkadang menimbulkan komentar negatif.

    Misalnya, saat mewakili Indonesia dalam rangka menyambut 40 tahun hubungan ASEAN dan Jepang di NHK Hall Tokyo, Jepang, Agnes Mo tampil dengan gaya busana yang menuai kritikan. Ketika artis dan tamu undangan lain terlihat menggunakan baju adat negaranya atau berbusana formal, Agnes mengenakan atasan mirip bra berbentuk lancip yang dipadu celana kulit warna hitam.

    Ditanyai tentang hal tersebut, perempuan kelahiran 1 Juli 1986 ini mengaku tak pernah merasa saltum atau salah kostum dalam setiap penampilannya. "Aku tidak pernah merasa saltum, karena aku enjoy saat berada di atas panggung," ujar Agnes saat ditemui di Balai Sarbini, 6 Desember 2013. Ia pun tak peduli dengan kritikan pedas orang-orang yang menilainya sering saltum. "Jangan dibuat ribetlah, hidup cuma sekali, dan aku juga tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut,"

    Agnes mengaku tak memiliki kiblat fashion. Ia menentukan gaya fashion-nya sendiri. "Semua gaya tergantung aku. Terkadang aku bisa menjadi feminin, kadang boyish, atau bahkan cuek," ujarnya. Baginya, yang penting ia merasa nyaman saat berada di atas panggung.

    Sebelumnya, Agnes juga pernah menuai kritik terkait dengan saltum saat menghadiri salah satu acara Grammy Awards, yaitu Grammy Week, pada Febuari lalu. Agnes dinobatkan sebagai salah satu selebritas berpakaian terburuk oleh situs berita BuzzFeed yang berbasis di Manhattan, New York, Amerika Serikat. (Baca juga: Agnes Monica Pamer Otot di Konser Harmoni)

    ANINDYA LEGIA PUTRI

    Berita Lainnya:


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.