Garin Nugroho Pentaskan Opera Jawa Selendang Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sineas Indonesia Garin Nugroho. ANTARA/Teresia May

    Sineas Indonesia Garin Nugroho. ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO , Solo: Sutradara berbakat, Garin Nugroho, siap mementaskan karya yang menjadi kisah terakhir Opera Jawa berjudul Selendang Merah. Teater musikan tersebut akan digelar di Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo pada 6 dan 7 April. Mereka juga akan membawa pentas ke Teater Jakarta pada 13 dan 14 April.

    Menurut Garin, Opera Jawa Selendang Merah masih memiliki konsep sama dengan sequel terdahulu, yaitu sama-sama mengambil dasar seni tradisi yang dikemas secara kontemporer. "Konsep tersebut telah menjadi ciri khas Opera Jawa," kata Garin di Solo, Sabtu, 30 Maret 2013.

    Bedanya, Garin menjanjikan ragam kesenian yang lebih kaya dalam karya terbarunya itu. Selain kesenian tradisi Jawa Tengah, karya tersebut akan dibumbui seni tradisi asal Jawa Timur seperti limpang dan ngremo. Suara vokal khas Banyumasan akan dihadirkan dalam teater musikal tersebut. Meski berfokus Jawa, Garin tetap akan memunculkan unsur budaya daerah lain seperti Minang, Nias hingga Papua.

    Selendang Merah akan bercerita tentang suami-istri Tuan Ledhek dan Sri Ledhek dalam mencari monyet baru. Dalam perjalanannya, manusia-manusia tersebut menunjukkan sifat-sifat kemonyetannya. Sebaliknya, monyet yang didapatkan justru memiliki sifat manusia. "Kami ingin memotret kondisi dunia yang jungkir balik," kata Garin.

    Dalam karya terbaru tersebut, Garin masih terus menggandeng sejumlah seniman yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Dia mempercayakan aransemen musik pada komposer musik gamelan Rahayu Supanggah. Dua bersaudara vokalis bersuara emas, Sruti Respati dan Endah Laras juga akan tampil dalam satu panggung. Sedangkan koreografer dipercayakan pada Anggono Kusumo serta Danang Pamungkas.

    Hingga saat ini Selendang Merah baru direncakan untuk pentas di dua kota, yaitu Solo dan Jakarta. Pementasannya melibatkan 25 seniman yang terdiri dari penari dan pemusik. "Pementasan ini menjadi semacam gathering," katanya. Garin mengaku membuka kesempatan bagi para sponsor untuk membawa pertunjukan teater musikal ke tempat lain, termasuk ke luar negeri.

    Komposer musik gamelan, Rahayu Supanggah mengaku sejak semula tertarik dengan Opera Jawa. Dia sudah terlibat dalam karya tersebut sejak pembuatan film musikal Opera Jawa delapan tahun silam. "Biasanya, pelaku seni tradisi menganggap film sebagai pesaing utama," kata Supanggah.

    Namun, Garin justru membuat film yang mengangkat kesenian tradisional serta memolesnya menjadi sebuah pertunjukan panggung. "Tidak heran Opera Jawa berhasil mendapatkan banyak penghargaan hingga dari luar negeri," kata guru besar ISI Solo itu.

    AHMAD RAFIQ

    EDISI KHUSUS: Guru Spiritual Seleb

    Baca juga
    Sigit: Mereka Datang ke Eyang Subur Kala Susah

    Adi Bing Slamet Kesayangan Eyang Subur

    Eyang Sigit: Enggak Perlu Komentari Tuduhan Adi 

    Suasana Mistis Rumah Eyang Subur

    Eyang Sigit Juru Bicara Eyang Subur




    Topik terhangat:Agus Martowardojo | Serangan Penjara Sleman | Krisis Bawang | Harta Djoko Susilo Nasib Anas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.