The Voice Indonesia Tayang 10 Februari

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • miller-mccune.com

    miller-mccune.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ajang pencarian bakat bernyanyi kembali hadir di Indonesia. Setelah Indonesian Idol, X Factor, bahkan Kontes Dangdut Indonesia, kompetisi adu bakat suara The Voice Indonesia akan tayang mulai bulan depan.

    "The Voice Indonesia akan tayang setiap Minggu pukul 20.00 mulai 10 Februari 2013," kata Deputi Direktur Program dan Produksi Indosiar, Indra Yudhistira, pada konferensi pers di Studio 5 Indosiar, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat 25 Januari 2013.

    Menurut Indra, Indosiar telah menyeleksi 150 peserta dari lima kota besar di Indonesia, yakni di Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar. Sebanyak 150 orang yang sudah berada di Jakarta ini diperoleh dari sekitar 3.000 peserta yang mengikuti audisi tertutup yang diselenggarakan Indosiar.

    "Kami memang tidak audisi terbuka. Jadi kami justru mengundang peserta bertalenta nyanyi untuk mengikuti audisi," kata Indra.

    Menurut Indra, pihaknya memang tidak mengumumkan secara luas audisi itu. Mereka datang ke sekolah-sekolah musik dan komunitas musik untuk mencari yang terbaik. Jadi, kata Indra, semua peserta yang berada di panggung The Voice Indonesia benar-benar bisa bernyanyi. "Berbeda dengan kompetisi bakat lain yang kebanyakan pesertanya hanya ingin tampil di televisi," katanya.

    Kontes ini sendiri menunjuk empat orang coach, yaitu Glenn Fredly, Sherina Munaf, Armand Maulana, dan Giring Nidji. Mereka diposisikan sebagai coach atau pembimbing bagi para peserta.

    Dalam The Voice Indonesia ini ada tiga tahap audisi, yaitu blind audition, battle round, dan live performance shows. Formula yang digunakan juga bukan penilaian atau penjurian seperti biasanya, tapi dengan coaching dan battle yang dipandu dengan coach yang sudah berpengalaman.

    MITRA TARIGAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.