Alasan Justin Bieber dan Selena Gomez Putus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Justin Bieber dan Selena Gomez menikmati es krim saat berjalan-jalan di Danau Balboa, Van Nuys, California, (1/7). zimbio.com

    Justin Bieber dan Selena Gomez menikmati es krim saat berjalan-jalan di Danau Balboa, Van Nuys, California, (1/7). zimbio.com

    TEMPO.CO, Los Angeles -- Kabar tak sedap merebak dari pasangan selebriti muda, Justin Bieber dan Selena Gomez. Menurut situs berita E Online, Jumat, 9 November 2012, hubungan asmara pemudi-pemuda itu telah kandas. "Keduanya putus pekan lalu," tulis E Online.

    Menurut kanal itu, bubarnya pasangan muda ini disebabkan mereka memiliki jadwal kerja yang sangat padat. Sangat jarang bagi Bieber dan Gomez untuk bertemu atau kencan. "Sangat sulit bagi keduanya untuk mengatur jadwal bertemu," kata seorang sumber.

    Sebelum menjadi pacar Gomez, Bieber telah disibukkan dengan kegiatan bernyanyinya. Rekaman, latihan tari, dan naik panggung adalah makanan sehari-hari penyanyi 18 tahun ini. Sedangkan Gomez sibuk dengan pemotretan dan lagunya sendiri.

    Bieber sendiri belum berkomentar soal putus cintanya itu. Sedangkan Selena Gomez sempat curhat di Radio Z100, New York. Kata Gomez, sejak hubungan asmaranya kandas, ia sering mendapat ejekan di Internet.

    "Semua ini menyakitkan," kata Gomez. "Saya merasa tidak melakukan kesalahan. Selama bersama Bieber, saya merasa memiliki seorang sahabat. Semoga saja kami tetap bersahabat."

    CORNILA DESYANA

    Baca juga:
    Sepultura, Konsistensi Tanpa Cavalera Bersaudara

    Wreck-It Ralph, Kala Penjahat Ingin Jadi Pahlawan

    Sepultura: Aku Cinta Indonesia

    Begini Cara Penonton Panggil Sepultura ke Panggung

    Sepultura ''Baru'' Puaskan Penonton Jakarta


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.