FPI Tuding Promotor Lady Gaga Hamil Duluan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Direktur perusahaan promotor Big Daddy, Michael Rusli. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Presiden Direktur perusahaan promotor Big Daddy, Michael Rusli. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Big Daddy Entertainment selaku promotor konser Lady Gaga di Indonesia dituding Front Pembela Islam (FPI) telah menjual tiket, meski belum memiliki izin untuk menyelenggarakan konser.

    "Izin belum keluar, tiketnya kenapa sudah dijual. Ini kan kayak orang pacaran saja, hamil duluan baru dinikahi, kan nggak bener itu," ucap Ketua Dewan Perwakilan Daerah Front Pembela Islam (FPI), Salim Al-Attas, saat dihubungi Tempo, Jumat 18 Mei 2012.

    Salim, atau yang akrab disapa Selon, menuding ada kesalahan besar dari pihak promotor. "Promotornya salah jalan, orang kepolisian juga belum mengeluarkan izin," ujarnya. Dia mengklaim Polda Metro Jaya dan juga Mabes Polri hingga kini belum mengeluarkan izin terkait dengan konser bertajuk Born This Way Ball yang akan digelar 3 Juni 2012 mendatang.

    Sebelumnya Presiden Direktur PT Prima Java Kreasi (Big Daddy Entertainment Group), Michael Rusli, membantah pihaknya belum mengajukan izin sebelum tiket dijual Maret lalu. "Urusan izin lumayan panjang, dan kami mengurusnya sesuai dengan prosedur," katanya kepada Istiqomatul Hayati, Qaris Tajudin, dan fotografer Dwiyanto yang menemuinya pada Selasa lalu.

    Konser pelantun lagu hit Poker Face ini terancam dibatalkan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, pemilik nama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta itu dianggap memiliki aksi panggung yang terlalu vulgar dan tak cocok dengan budaya Indonesia. Organisasi massa yang menolak kehadiran Lady Gaga di Indonesia antara lain Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI), dan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.

    FPI bahkan kembali mengancam akan menggeruduk Lady Gaga di Bandara Soekarno-Hatta jika ia tetap nekat menggelar konsernya. "Kami ini hanya membela kepentingan umat Islam di mana pun. Kalau nanti ada kerusuhan, jangan salahkan kami," ucap dia.

    SUBKHAN

    Berita Terkait:
    10 Hal Kontroversi Lady Gaga
    Lady Gaga, dari Bar Malam ke Grammy Award
    Promotor Lady Gaga Merugi?
    Giliran Wagub Dede Yusuf Tolak Lady Gaga
    FPI: Aliran Musik Lady Gaga Penyembah Setan
    PKS Dukung Polisi Larang Konser Lady Gaga

    Lady Gaga, dari Bar Malam ke Grammy Award
    Gagalnya Konser Lady Gaga

    Noriyu Kecewa Batal Ajak Foke Nonton Lady Gaga

    Promotor Lady Gaga Merugi?
    Adrie Subono: Jangan Tanya Soal Lady Gaga



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.