Perang Urat Syaraf Justin Bieber di Twitter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Justin Bieber. REUTERS

    Justin Bieber. REUTERS

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Perang urat syaraf para Tweeps, sebutan pengguna Twitter, terjadi sejak pagi tadi di situs micro blogging itu (12/4). pembenci Justin menggunakan #justinbiebersucks, sementara para pendukung menggunakan #weloveyoujustin.

    Kedua hashtag ini, sebutan untuk mengumpulkan tema, menjadi Trending Topic, juga sejak dari pagi tadi, atau malam hari waktu Amerika Serikat. Untuk satu hashtag pro kontra itu, setidaknya diisi seratusan cicitan hanya dalam jangka waktu satu menit. Trending Topic, atau biasa disebut TT, adalah topik atau kalimat yang paling banyak disebut para Tweeps dari seluruh penjuru dunia.

    Mereka yang kontra, umumnya karena sebal melihat nama Justin BIeber terus menerus menjadi TT selama dua bulan ini. "Justin Bieber sucks is trending. Finally some people ont his earth have a brain (Justin Bieber sucks jadi TT. Akhirnya orang-orang di bumi ini memilliki otak)," kata pemilik akun @TheAngryChild, salah seorang pembenci Justin.

    Sementara mereka yang mendukung juga tak mau kalah. Mereka adalah umumnya fans setia Justin yang selama ini selalu membuat nama Justin menjadi TT. lalu apa tanggapan ustin sendiri? "Justin Bieber is a tredning topic. That is awesome (Justin Bieber menjadi TT. Mengagumkan sekali)," katanya lewat akun resminya @justinbieber.

    Justin, 16 tahun, adalah penyanyi ABG yang sedang digandrungi remaja Amerika Serikat, dan seluruh dunia saat ini. Ia mulai populer setelah mengunggah videonya sendiri ke situs youtube. Albumnya berjudul My World menerima platinum dan berada di papan atas tangga lagu billboard Amerika serikat selama beberapa pekan.

    Mustafa Silalahi  | Berbagai sumber


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.