Kenang Gus Dur, Gus Mus: di Dekatnya Selalu Merasa Kecil

Reporter

Gus Mus Unggah Foto Lawasnya dengan Gus Dur di akun Instagramnya, Kamis, 26 Desember 2019.

TEMPO.CO, Jakarta - Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengenang pertemuan pertamanya dengan mendiang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ketika di Kairo, Mesir. Kedua sahabat karib ini pertama kali bertemu 55 tahun lalu pada 1964.

Gus Mus juga mengunggah foto ketika mereka mereka masih muda. "Sosok di sebelahku ini sejak pertama kali aku mengenalnya (di Kairo Mesir, tahun 1964), sudah menarik hatiku," tulis Gus Mus di Instagramnya pada Kamis, 26 Desember 2019.

Walaupun itu merupakan pertemuan pertamanya, Gus Dur tidak memperlakukannya seperti orang asing. "Begitu berjumpa, sikapnya seolah-olah dia sudah mengenalku sejak lama," tulisnya.

Dengan sikap yang ditunjukkan Gus Dur itu membuat Gus Mus merasa canggung. "Tak ada basa-basi lazimnya orang baru bertemu dan berkenalan. Justru aku yang canggung dengan sikapnya yang tidak umum itu," ujarnya.

Unggahan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah ini untuk memperingati haul sepuluh tahun Gus Dur. Presiden keempat Indonesia ini wafat pada 30 Desember 2009. 

Gus Mus menuturkan, usai pertemuan pertama itu, Gus Dur memanggilnya dengan sebutan "Mus." Ia sendiri memanggil cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini dengan panggilan "Mas." Namun panggilan tersebut berubah ketika mereka pulang ke Indonesia.

Almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama Mbah Liem (kanan) dalam acara Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Bandar Lampung, 1992. Dok. TEMPO/Hidayat S. G.

"Baru ketika pulang di tanah air, ketika orang-orang memanggilnya Gus, dia pun memanggilku "Gus", meski aku tetap memanggilnya Mas," tulisnya. Gus Mus mengaku setiap berada di dekat Gus Dur, ia merasa sangat kecil. "Mungkin karena, aku selalu memperhatikan pikiran-pikirannya yang besar," tulisnya.

Mustofa Bisri pun salut dengan sahabat yang sudah seperti saudaranya ini, karena sejak kuliah ia sudah memikirkan kemajuan Bangsa Indonesia. Saat ia masih sibuk memikirkan kuliah dan persiapan menghadapi ujian, Abdurrahman Wahid sudah memikirkan Indonesia dan bagaimana bisa mempersiapkan khidmah yang optimal bagi negeri yang dicintainya itu. 

"Ketika aku baru memikirkan bagaimana setelah pulang nanti aku membangun rumah tangga, dia sudah memikirkan bagaimana membangun peradaban dunia."

Gus Mus juga mengungkapkan bahwa Gus Dur sangat mengutamakan Sang Pencipta. "Baginya dunia ini, termasuk kekuasaan hanyalah main-main dan senda gurau belaka, seperti difirmankan oleh Tuhannya sendiri," tulisnya, "Baginya, yang terbesar dan terpenting ialah Allah, kemudian hamba-hambaNya."

Sehingga menurut Gus Mus kalimat yang sangat identik dengan Gus Dur memiliki arti yang sangat mendalam dan penuh makna. "Karena itu ungkapannya, 'begitu saja kok repot...' , bagiku, bukan ungkapan majaz atau kinayah belaka," tulisnya.

MARVELA






Tawa Jokowi Dengar Cerita Tongkat Kapolri Dibeli di Pasar Senen, Ini Aturan Tongkat Komando Kapolri?

12 hari lalu

Tawa Jokowi Dengar Cerita Tongkat Kapolri Dibeli di Pasar Senen, Ini Aturan Tongkat Komando Kapolri?

Mahfud MD menceritakan Jokowi tertawa dengar cerita tongkat Kapolri yang dibeli di Pasar Senen pada masa Gus Dur. Bagaimana seharusnya tongkat komando


20 Tahun Tragedi Bom Bali, Yenny Wahid Kutip Perkataan Gus Dur Tuhan Tak Perlu Dibela

47 hari lalu

20 Tahun Tragedi Bom Bali, Yenny Wahid Kutip Perkataan Gus Dur Tuhan Tak Perlu Dibela

Yenny Wahid bersama Densus 88 Antiteror Polri menggelar peringatan 20 tahun tragedi Bom Bali I di Nusa Dua, Bali, Rabu, 12 Oktober.


Profil Surya Paloh, Pola Ketua Umum Nasdem dan Langkah-langkah Politiknya

48 hari lalu

Profil Surya Paloh, Pola Ketua Umum Nasdem dan Langkah-langkah Politiknya

Surya Paloh Ketua Umum Partai NasDem umumkan Anies Baswedan sebagai capres 2024 pilihan partainya. Begini profil Surya Paloh dan langkah politiknya.


Profil Istana Batu Tulis, Tempat Pertemuan Politik Megawati dan Jokowi di Bogor

48 hari lalu

Profil Istana Batu Tulis, Tempat Pertemuan Politik Megawati dan Jokowi di Bogor

Istana Batu Tulis di Bogor jadi lokasi pertemuan politik antara Megawati Ketua Umum PDIP dengan Jokowi dan beberapa tokoh lain. Ini sejarahnya.


Profil Yenny Wahid yang Dijagokan PSI Menjadi Cawapres 2024, Apa Lagi Selain Putri Gus Dur?

52 hari lalu

Profil Yenny Wahid yang Dijagokan PSI Menjadi Cawapres 2024, Apa Lagi Selain Putri Gus Dur?

PSI menjagokan Yenny Wahid sebagai calon wakil presiden 2024. Begini profil putri Gus Dur yang pernah menjadi Komisaris Garuda Indonesia ini.


Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

28 September 2022

Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

Hari ini 28 September 2022, Luhut Binsar Pandjaitan genap berusia 75 tahun. Berikut jejak karier Menkomarinves ini di militer, politik, dan bisnis.


Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

8 September 2022

Silsilah Gus Dur: Ayah dan Kakeknya, KH Wahid Hasyim dan KH Hasyim Asyari Pahlawan Nasional

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berada dalam satu garis keturunan dengan KH Hasyim Asyari dan KH Wahid Hasyim, dua pahlawan nasional.


Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

7 September 2022

Jejak Gus Dur: Keturunan Tionghoa, Reformasi NU, Bentuk PKB, Dilengserkan sebagai Presiden, Bapak Toleransi

Gus Dur atau Abdurrahman Wahid memberikan warna bagi sejarah Indonesia. Tokoh NU menjadi Presiden RI yang dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR.


Kontroversi Amplop Kiai, Yenny Wahid: Tak Kenal Budaya Ulama

28 Agustus 2022

Kontroversi Amplop Kiai, Yenny Wahid: Tak Kenal Budaya Ulama

Yenny Wahid menjelaskan soal budaya kiai dan ulama berkaitan dengan pernyataan amplop kiai yang sempat dilontarkan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.


Baharuddin Lopa Tak Sampai Sebulan sebagai Jaksa Agung Bikin Ngeri Koruptor

27 Agustus 2022

Baharuddin Lopa Tak Sampai Sebulan sebagai Jaksa Agung Bikin Ngeri Koruptor

Baharuddin Lopa Jaksa Agung RI sejak 6 Juni 2001 hingga wafatnya pada 3 Juli 2001. Lelaki asal Mandar ini pendekar hukum, berantas KKN di masanya.