Datang di Tahlilan Mbah Moen, Gus Mus Rela Uji Nyali

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gus Mus mengaku melakukan aksi nekat menembus kemacetan demi menghadiri tahlilan Mbah Moen. Foto: Instagram

    Gus Mus mengaku melakukan aksi nekat menembus kemacetan demi menghadiri tahlilan Mbah Moen. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Gus Mus mengaku melakukan aksi nekat dengan membonceng sepeda motor tanpa helm untuk menembus kemacetan di jalanan Pantura, Rembang, demi menghadiri tahlilan wafatnya KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Kamis, 8 Agustus 2019. Ia rela turun dari mobil yang dikendarainya dan menumpang seorang santri dengan tetap mengenakan sarungnya, tanpa menggunakan helm.

    Pemilik nama panjang KH Ahmad Mustofa Bisri ini mengunggah foto dia yang diambil dari belakang, saat Gus Mus menembus kemacetan truk-truk truk besar di Pantura di akun Instagramnya, @s.kakung, Kamis malam, 8 Agustus 2019. Gus Mus memberikan judul pada unggahannya Uji Nyali. “Malam ini habis Magrib berangkat ke Sarang, untuk mengikuti doa bersama 3 hari wafatnya KH. Maimoen Zubair, rahimanullah,” tulisnya di awal keterangan foto itu.

    Menurut Gus Mus, jalanan Pantura yang macet karena dilalui truk-truk besar sebenarnya sudah diperkirakan sebelumnya.  Meski demikian, Rais Syuriah PB NU ini tetap memilih menyetir mobilnya. Hanya saja kemacetan membuatnya tak bisa menggerakkan mobilnya. Ia pun menerima tawaran santri agar membonceng sepeda motornya. Ia pun turun dari mobil dan membonceng motor santrinya.

    “Maka sholawat pun spontan kurapalkan, kali ini tidak hanya karena sadar bahwa malam ini malam Jumat.  Allahumma shalli wasalaim wabarik alaa Sayyidina Muhammad wa’ala alihi washahbihi ajma’iin,” tulisnya.

    Unggahan pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin  ini mengkhawatirkan netizen. Mereka meminta Gus Mus tidak melakukan aksi nekat itu lagi.  “Mohon maaf kiai, kami tidak ingin lagi kehilangan seseorang yang berharga kembali, seram lihat truk kiri kanan, tapi Pak Kiai gak pakai helmnya,” ujar Iqbal Dzulfikar.  “Hati-hati Yai….Ngapunten. Ampun diulangi, Yai…Kulo (saya) ikut deg-degan,” ucap @mad_berlim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.