Hari Film Nasional, 5 Film Indonesia yang Ada di Netflix

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film The Night Comes for Us akan tersedia secara global pada tanggal 19 Oktober melalui layanan Netflix.

    Film The Night Comes for Us akan tersedia secara global pada tanggal 19 Oktober melalui layanan Netflix.

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Film Nasional merupakan salah satu momen untuk mengapresiasi kreativitas dan para sineas serta aktor Indonesia. Dari tahun ke tahun, film Indonesia semakin banyak mendapat pengakuan dan  penghargaan internasional.

    Oktober tahun lalu, pertama kalinya Netflix meluncurkan film original Indonesia The Night Comes for Us. Melalui film tersebut, Netflix membuka jalan bagi sineas dan pemain film lokal untuk bisa menunjukkan karyanya kepada penonton global. Selain The Night Comes for Us, kini para penggemar film juga dapat menikmati berbagai karya Indonesia lainnya di Netflix. 

    Dalam rangka Hari Film Nasional, berikut rekomendasi beberapa film Indonesia terbaik dari berbagai genre yang dapat Anda saksikan di Netflix. 

    The Night Comes for Us

    Film Netflix Original Indonesia pertama The Night Comes for Us bercerita mengenai Ito (Joe Taslim), mantan anggota Triad dan misinya dalam melindungi seorang anak dari mantan organisasinya. Ito melakukan usaha penyelamatan tersebut untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

    The Night Comes for Us telah diputar di berbagai festival film bergengsi di dunia, termasuk Fantastic Fest dan Sitges Film Festival, serta berhasil mendapat banyak respon yang positif di ajang tersebut. Film garapan Timo Tjahjanto ini menggandeng sederet artis ternama di Indonesia, termasuk Joe Taslim, Iko Uwais, Zack Lee, Julie Estelle, Dian Sastrowardoyo, dan Hannah Al Rashid.

    Ada Apa dengan Cinta? (What’s Up with Love?)

    Berkisah mengenai cinta dua remaja bernama Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra), Ada Apa Dengan Cinta? merupakah salah satu film yang membangkitkan kualitas industri film Indonesia. Walaupun alur cerita cukup sederhana, Rudi Soedjarwo, Mira Lesmana, dan Riri Reza sebagai pembuat film berhasil mengambil hati para penggemar dengan berbagai adegan romantis yang berkesan. Selain percintaan, film ini juga memperlihatkan persahabatan, keluarga, hingga kondisi politik Indonesia pada masa tersebut.

    Ada Apa Dengan Cinta? mendapat beberapa penghargaan di ajang Indonesian Film Festival 2004, diantaranya Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Dian Sastrowardoyo dan Sutradara Terbaik untuk Rudi Soedjarwo.

    Sebelum Iblis Menjemput (May the Devil Take You)

    Setelah mendapati ayahnya terkena suatu penyakit misterius, Alfie (Chelsea Islan) pergi bersama saudara dan ibu tirinya ke vila tua milik keluarganya. Selama berada di vila tersebut, mereka menemukan suatu rahasia menakutkan mengenai perjanjian sang ayah dengan iblis di masa lalu.

    Disutradarai Timo Tjahtjanto, Sebelum Iblis Menjemput adalah film bergenre horor pertama yang dibintangi Chelsea. Proses syuting banyak mengambil tempat di area terpencil pada tengah malam. Kemampuan akting Chelsea di film ini menuai banyak pujian.

    Single

    Film komedi Single bercerita mengenai si malang Ebi (Raditya Dika), pria berusia 27 tahun yang kesepian dan tidak punya pekerjaan, yang sedang mencari pacar untuk diperkenalkan ke ibunya. Bersama kedua temannya, si pria sok tahu Wawan (Pandji Pragiwaksono) dan si pria pesimis Victor (Babe Cabita), Ebi berusaha keras mendapat perhatian wanita idamannya, Angel (Annisa Rawles), dan menjauhkannya dari saingannya, Joe (Chandra Liow).

    Tidak hanya dikenal sebagai penulis buku komedi, Raditya Dika sukses membuktikan kemampuan aktingnya dalam film Single, di mana ia juga berperan sebagai sutradara dan penulis naskah dalam film tersebut. 

    Rudy Habibie

    Disutradarai Hanung Bramantyo, Rudy Habibie adalah film biografi tentang salah satu mantan presiden Indonesia BJ Habibie. Melalui film ini, kita bisa melihat berbagai permasalahan yang dihadapi Habibie saat muda, mulai dari kesulitan hidup di luar negeri hingga mempertahankan idealisme.

    Aktor pemenang penghargaan Reza Rahadian berhasil menghidupkan sosok Habibie lewat kemampuan aktingnya, termasuk gaya bicara dan berjalan.

    Baca: Hari Film Nasional, Torehan Prestasi Sutradara Muda Indonesia

    Laskar Pelangi

    Berlatar belakang tahun 1970-an, film ini bercerita mengenai 10 anak desa yang bersekolah di bangunan yang sudah reyot. Harfan (Ikranagara) dan kawan-kawannya, yang memiliki kelompok bernama Laskar Pelangi, harus berusaha keras untuk mempertahankan sekolah mereka dan meneruskan pendidikan.

    Diadaptasi dari novel populer karangan Andrea Hirata, Laskar Pelangi menggambarkan keindahan persahabatan dan kegigihan perjuangan hidup anak-anak dalam meraih mimpi.

    Laskar Pelangi sukses mendapat banyak penghargaan dari berbagai festival film nasional dan internasional, termasuk kategori Film Terbaik dari Indonesian Film Festival 2009, SIGNIS Award dari Hong Kong International Film Festival 2009, dan Golden Butterfly Award dari 23rd International Children & Young Adults Film Festival, Iran 2009.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.