Ussy Sulistiawaty Ingin Bertemu Pemilik Akun yang Bully Anaknya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ussy Sulistyowati melaporkan perundung anaknya di Instagram ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Ussy Sulistyowati melaporkan perundung anaknya di Instagram ke Polda Metro Jaya pada Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, JakartaUssy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun Instagram ke Polda Metro Jaya, karena diduga melakukan tindak pidana UU ITE setelah membully anaknya. Didampingi kuasa hukumnya Ussy melaporkan akun tersebut dengan nomor laporan LP/6787/XII/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

    Sandy Arifin, kuasa hukum Ussy Sulistiawaty mengharapkan, kasus ini akan terus berjalan hingga ke meja hijau. Pasalnya, apa yang dilakukan akun-akun itu bisa berdamak rusaknya psikis anak-anak Ussy.

    "Kami sepakat kalau Ussy dan keluarga ingin membawa kasus ini sampai ke ranah hukum dan Pengadilan. Kita ingin membuat oknum-oknum akun-akun itu jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya," kata Sandy Arifin di SPKT Polda Metro Jaya, Selasa, 11 Desember 2018.

    Ussy Sulistiawaty menambahkan, dirinya ingin membuat efek jera agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari. Apalagi anak-anaknya tidak mengetahui apa-apa, dan justru mendapat bully-an. "Pasti (ingin buat jera). Karena anak-anak tidak tahu apa-apa. Kasihan mereka di bully," ujar Ussy.

    Baca: Ussy Sulistiawaty Laporkan Akun Instagram yang Bullly Anaknya

    Tak banyak kata yang terlontar dari Ussy untuk akun-akun yang dinilai sudah merendahkan martabat anak-anaknya. Dia hanya berharap bisa bertemu denga para pelaku bully secepatnya. "Assalamualaikum, sampai bertemu secepatnya," ucap Ussy Sulistiawaty.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.