Konser Perdana Batal, Twice Janji Akan Kembali Lagi ke Malaysia

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Twice Knock Knock. allkpop.com

    Twice Knock Knock. allkpop.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Konser perdana girl group asal Korea Selatan, Twice di Malaysia resmi dibatalkan. Para member menyatakan penyesalan dan permintaan maaf mereka melalui akun Instagram @twicetagram.

    Baca: Batal Konser di Malaysia, Personel TWICE Menangis di Bandara

    Dalam video pendek yang diunggah, girl group yang beranggotakan Jihyo, Momo, Tzu-Yu, Sana, Nayeon, Mina, Dahyun, Chaeyoung, dan Jeongyeon ini mengatakan “Jumpa lagi Malaysia (sampai jumpa lagi Malaysia), mianhaeyo (kami minta maaf).”

    Masih di postingan yang sama, mereka juga menulis keterangan betapa bersemangatnya sembilan perempuan ini menyapa ONCEs (sebutan bagi peggemar Twice) di Malaysia. "Akan tetapi, terjadi hal-hal diluar dugaan yang membuat kami dan juga penggemar bersedih. Kami pasti akan kembali ke Malaysia, kami berjanji! Para member mengangis di bandara tapi kalian jangan sedih karena kami pasti akan kembali ke Malaysia.”

    Melalui website resmi JYP Entertainment, agensi yang menaungi Twice, mengeluarkan pengumuman yang menyatakan pembatalan konser Twice yang bertajuk TWICE 2ND TOUR ‘TWICELAND ZONE 2 : Fantasy Park’ in KUALA LUMPUR yang rencananya akan berlangsung pada 28 Juli 2018. Konser tersebut dibatalkan karena terdapat masalah keamanan para member Twice dan penggemar yang selama ini menjadi prioritas penyelenggara.

    Twice juga akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 25 Agustus 2018 nanti dalam rangka TWICE 2ND TOUR ‘TWICELAND ZONE2: Fantasy Park’ IN JAKARTA di ICE BSD City Hall 5, tiket yang dijual mulai harga Rp1 juta hingga Rp2,2 Juta.

    SOOMPI | INSTAGRAM | JYP ENTERTAINMENT | SUHAIMAH | AISHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.