Rabu, 19 Desember 2018

Dua Wasiat Danarto, Salah Satunya untuk Presiden Jokowi

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buku Danarto yang ingin diberikan kepada Presiden Joko Widodo, TEMPO/Aisha

    Buku Danarto yang ingin diberikan kepada Presiden Joko Widodo, TEMPO/Aisha

    TEMPO.CO, Jakarta -Wafatnya sastrawan Danarto setidaknya meninggalkan beberapa wasiat yang dirasa perlu dipenuhi oleh kerabatnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Seno Gumira Ajidarma, selaku salah satu kawannya.

    Baca: Danarto, Guru Bagi Penulis Muda

    Menurut Seno, dulu Danarto sempat mengungkapkan harapan bisa nyekar ke makam ibunya dan dimakamkan di kampung halaman di Sragen. Ingatan Seno akan obrolan tersebut akhirnya bisa dikabulkan. Semalam usai diautopsi dan dimandikan, jenazah DAnarto segera dibawa ke Sragen oleh pihak keluarga.

    Selain itu Seno masih menyimpan satu hal lagi yang belum sempat terpenuhi. Yakni menyampaikan naskah teater karya Danarto yang dibuat di Iowa pada 1967 silam. Danarto sengaja menyisihkan satu eksemplar buku berjudul Bel Geduwel Beh untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

    Buku tersebut diterbitkan pada tahun 2015. Di halaman pertama, Danarto menulis ‘buat Bapak Presiden Joko Widodo’ lengkap dengan tanda tangan yang ditulis pada 10 Juli 2015. Seno kurang tahu alasan kenapa buku tersebut belum sampai ke Presiden Jokowi. Tapi menurut Seno, saat Danarto sudah tiada, ia berharap buku tersebut bisa segera sampai dan diterima oleh Presiden.

    Sepanjang karier kepenulisannya, Danarto telah menerbitkan enam buah kumpulan cerpen, satu buah novel (Asmaraloka), dua kumpulan esai, sebuah catatatan perjalanan, dan dua buku naskah teater.

    Danarto mengalami kecelakaan lalu lintas di depan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Selasa, 10 April 2018. Akibat kecelakaan itu, Danarto sempat dirawat di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dia kemudian dirujuk ke RS Fatmawati dan meninggal di sana sekitar pukul 20.54 WIB.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.