Nantikan Aransemen Baru Barasuara di Java Jazz Malam Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster Java Jazz 2016. javajazzfestival.com

    Poster Java Jazz 2016. javajazzfestival.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup musik  Barasuara yang menggebrak kancah musik tanah air malam ini akan mengisi panggung Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup dalam Java Jazz Festival 2016.

    Band yang baru merilis album pertama berjudul Taifun pada akhir tahun lalu itu akan membawakan sembilan lagu mereka dengan aransemen baru. "Akan ada aransemen dan penampilan baru sebagai kejutan," kata vokalis dan gitaris Barasuara Iga Massardi saat dihubungi, Jumat, 4 Maret 2016.

    Iga mengatakan seluruh personel Barasuara sangat menantikan panggung Java Jazz ini. Walaupun secara individu, beberapa personil sudah pernah tampil di Java Jazz sebelumnya, tetapi  sebagai Barasuara ini adalah penampilan pertama mereka. Barasuara akan tampil mulai pukul 22.30-23.30 WIB.

    Iga berharap pertunjukan malam ini tak ada masalah teknis dan bisa berjalan tepat waktu. "Kami tak sabar bertemu crowd baru di Java Jazz ini," ujarnya. Band yang beranggotakan Iga Massardi (vokal/gitar), T.J. Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bas), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal) ini dibentuk empat tahun lalu.

    Namun, demi kematangan materi album, mereka menanti hingga akhir tahun lalu untuk mengeluarkan album perdana. Lagu andalan mereka Bahas Bahasa langsung masuk 10 besar tangga lagu radio. 

    Selain Barasuara, nama-nama beken lain turut tampil di Java Jazz hari ini. Sejak sore hingga malam hari, penampilan Adera, Raisa, Jacob Collier, Tohpati, Naif, Tokyo Ska Paradise Orchestra, Level 42, dan Orquesta Buena Vista Social Club akan mengisi 11 panggung. Puncaknya, penyanyi Blurred Line Robin Thicke akan tampil pada pukul 20.30 WIB di BNI Hall.

    MOYANG KASIH

     


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.