Gaya Aa Gym Pakai Topi Koboi dan Kursus Berkuda di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AA Gym memberi tausiah pada pengajian Ramadhan bersama Bandung Hijabers Community di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2015. TEMPO/Prima Mulia

    AA Gym memberi tausiah pada pengajian Ramadhan bersama Bandung Hijabers Community di Masjid Al Ukhuwah, Bandung, Jawa Barat, 28 Juni 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuda dan topi koboi menjadi bahan cerita Ustad Abdullah Gymnastiar ketika tampil di acara Experiencing Islam in America yang berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2015, di At America, Jakarta Selatan.

    Baca: Ahok: Pendapatan DKI Raib Rp 1 Triliun, Siapa Untung?

    Pada Mei 2015, Aa Gym, panggilan akrabnya, melawat ke Amerika Serikat. Di Los Angeles, dia membeli topi koboi tapi tidak bisa dimasukkan ke dalam tas. "Akhirnya saya pakai ke mana-mana. Saya pikir jelek, eh ternyata kata orang-orang sana bagus," ujarnya.

    Selain berdandan ala koboi, Aa Gym meluangkan waktunya untuk mengikuti kursus berkuda. "Saya kursus kuda bayar 50 dolar. Sampai ranch lihat kudanya besar-besar, tapi ternyata yang melatih ibu-ibu sudah sepuh," katanya.

    Simak: Ahok Curhat: Di Balik Ketenaran Ada Kepedihan

    Aa Gym menjelaskan bahwa dalam Islam, berkuda adalah olahraga yang disunahkan dan didampingi malaikat. Ia mengagumi budaya di AS yang sangat menyayangi kuda. Islam pun, menurutnya, mengajarkan akhlak saat berkuda.

    Menurut dia, orang mereka berakhlak sekali kepada kuda. Yang pertama diajarkan bukan cara berkuda, ujarnya, tetapi bagaimana berakhlak kepada kudanya.

    Baca Juga: Evan Dimas ke Spanyol, Begini Perjuangan yang Harus Ditembus

    Dalam diskusi itu Aa Gym menyatakan budaya Islam dan toleransi beragama di AS sangat baik. Pengalaman indahnya di AS membuat ia ingin kembali lagi ke sana. "Ini di luar ekspektasi saya. Selama di sana tidak ada tekanan sama sekali. Semoga bisa kembali lagi ke sana," ujarnya.

    NIBRAS NADA NAILUFAR

    Berita Menarik
    Evan Dimas di Spanyol: Klub Promosi Divisi II, Ini Rapornya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.