Paul McCartney Kembali Menggebrak Lewat Konser Tunggalnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu punggawa grup musik legendaris the Beatles Paul McCartney, menggelar konser musik tunggal, diberi judul `Out There'`dalam rangka tur musik Eropanya yang dimulai di London pada tanggal 23 Mei 2015. istimewa

    Salah satu punggawa grup musik legendaris the Beatles Paul McCartney, menggelar konser musik tunggal, diberi judul `Out There'`dalam rangka tur musik Eropanya yang dimulai di London pada tanggal 23 Mei 2015. istimewa

    TEMPO.CO, London - Salah satu punggawa grup musik legendaris The Beatles, Paul McCartney, kembali menggebark leat konser tunggalnya. Bertajuk “Out There”, konser yang digelar di Arena O2 di kawasan Greenwich, London, pada 23 dan 24 Mei 2015 itu merupakan bagian dari rangkaian tur musiknya di Eropa yang dimulai di London.

    Awalnya, Paul hanya menggelar konser sehari. Tapi, tiket konser untuk tanggal 23 Mei 2015 langsung habis dalam waktu satu jam saja. Hingga akhirnya Paul menambah konser di hari kedua, 24 Mei lalu. Tempo berkesempatan menyaksikan langsung konser Paul di hari kedua di Arena 02, London, dengan menempati tempat duduk N 82 di Blok 102.

    Penampilan Paul malam itu sepanjang 3 jam boleh dibilang dapat melepas rindu para penggemarnya. Mereka terdiri dari lintas generasi, mulai kakek-kakek/nenek-nenek, orang dewasa, hingga remaja. Bahkan, ada beberapa anak kecil yang mengisi penuh gedung pertunjukan O2 dengan kapasitas 20,000 penonton ini.

    Luke Simons, pria asal Dorchester, yang datang bersama istri dan dua anaknya, mengatakan mereka sudah menunggu kesempatan untuk menonton konser ini sejak tahun lalu. “Total sudah 4 kali kami nonton konser Paul,” kata Simons.

    Tepat pukul 20.05, Paul memulai konser. Dia membuka konser dengan lagu yang ditulisnya saat masih di Beatles sekitar 50 tahun silam: Eight Days A Week. Paul kemudian melanjutkan aksinya dengan lagu yang ditulisnya pada 1970-an, saat bersama the Wings, yakni Listen to what the main Said.

    Yang menarik, Paul memainkan lagi lagus solonya yang dibuat pada 1980, dan baru pertama kali ditampilkan dalam konser live: Temporary Secretary. Lagu berwarna musik elektronik itu boleh dibilang terdengar asing bagi penonton. Konon justru lagu tersebut merupakan salah satu inovasi musik Paul yang menginsipirasi tumbuhnya berbagai jenis musik elektronik hingga kini.

    Selama Konser tersebut Paul sangat aktif berinteraksi dengan para penonton, dari bercerita mengenai konsernya di Jepang dan Korea, hingga bercanda bahwa ia seringkali mengganti gitar saat konser untuk memamerkan koleksi gitarnya. Paul juga menyampaikan penghormatan terhadap dua rekannya di the Beatles yang sudah wafat, yakni John Lennon dan George Harisson.

    Paul mengenang John saat mereka menulis album-album Beatles. Sedangkan George dikenang oleh Paul dengan menyanyikan lagu yang ditulis bersamanya, Something, dengan memainkan ukulelenya. Paul juga mengenang istri pertamanya yang sudah meninggal, Linda, dan membawakan lagu baru My Valentine untuk istrinya sekarang, Nancy, yang berada di tengah ribuan penonton.

    Yang menarik, saat Paul menyanyikan lagu yang menjadi tema salah satu film James Bond, Live and Let Die. Aksi kembang api menggelegar ketika dinyanyikan refrain lagu tersebut. Selesai menyanyikan lagu Hey Jude, Paul seolah-olah pamit kepada penonton. Namun, tentu saja, penonton menginginkan pertunjukan dilanjutkan dan bersorak-sorak meneriakkan: “we want more..we want more!”  

    Akhirnya Paul bersama personel band-nya -- seorang gitaris, penabuh  drum,  dan pianis -- kembali lagi ke panggung  sambil berlari-lari kecil membawa bendera Inggris, Union Jack. Setelah itu ia menyanyikan lagu Another Girl dan I Saw you Standing There. Lalu, Paul membawakan kembali lagu klasik Beatles, Yesterday, hanya dengan gitar akustiknya dan membawakan lagu berirama rock and roll: Helter Skelter.  

    Penampilan Paul McCartney yang hampir non-stop membawakan lagu selama kurang lebih tiga jam banyak dikagumi oleh para penonton . “Saya kagum dengan stamina Paul mengingat usianya lebih dari 70 tahun tapi energi untuk benyanyi dan atraksinya hampir tanpa non stop. Layaknya orang berumur 20 tahun lebih muda,” kata Redi Kalingga, mahasiswa Indonesia program S2 di Queen Mary University of London. Sejak tiba di London tahun lalu, Redi memang bertekad menonton pertunjukan Paul McCartney ini.

    Konser Paul malam itu boleh dibilang sangat memukau. Satu hal yang  perlu dicatat, suara Paul tetap jernih sepanjang pertunjukan. Bahkan tidak kalah dengan Paul ‘muda’ yang membawa the Beatles jadi grup musik rock and roll fenomenal pada 1960 – 1970-an.



    VISHNU JUWONO (LONDON)


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.