Bagaimana Sensasi Jazz ala India?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (kanan) didampingi President Director Java Jazz Festival Dewi Gontha (dua kanan), Program Director Java Jazz Festival Paul Dankmeyer (dua kiri) dan  Program Coordinator Java Festival Festival Eqi Puradireja (kanan) saat menghadiri konfrensi pers jelang perhelatan

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu (kanan) didampingi President Director Java Jazz Festival Dewi Gontha (dua kanan), Program Director Java Jazz Festival Paul Dankmeyer (dua kiri) dan Program Coordinator Java Festival Festival Eqi Puradireja (kanan) saat menghadiri konfrensi pers jelang perhelatan " The 10th Year Edition Of Clear Jakarta International Java Jazz Festival" di Jakarta (26/2). ANTARA/Teresia May

    TEMPO.CO, Jakarta - Java Jazz Festival adalah perhelatan akbar yang mengumpulkan musikus jazz dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, sebuah kelompok jazz asal India, The Raghu Dixit Project, turut ditampilkan dalam hari terakhir festival, Ahad, 8 Maret 2015.

    The Raghu Dixit Project dipimpin oleh Raghu Dixit sendiri sebagai vokalis dan gitaris, ditemani pemain bas, gitar, suling tradisional India, dan drum.

    Musik yang mereka tampilkan pun sangat unik, memadukan nuansa modern dari jazz, dengan musik tradisional India yang rancak dan cengkok vokal yang meliuk-liuk. Mereka pun tampil dengan pakaian tradisional khas negara penghasil film Bollywood tersebut.

    Bukan musik India namanya, bila tak disertai goyangan. Begitu pun dengan Raghu Dixit Project. Dixit, rajin mengajak penonton yang masih malu-malu untuk berdiri dan ikut bergoyang.

    "Ayo yang duduk di belakang, majulah, aku tidak menggigit. Mari kita rayakan musik dari berbagai negara dan budaya yang berkumpul di sini," ujarnya.

    Lagu yang mereka bawakan kebanyakan memiliki irama ceria. Meski begitu, lirik yang mereka nyanyikan memiliki makna dalam.

    Dixit, selalu memberi tahu makna lagu-lagu mereka yang berlirik bahasa Hindi tersebut. Salah satunya adalah Kodagana Koli Nungitha, yang disarikan dari puisi seorang pemikir India, Shishunala Shariff.

    "Manusia sebenarnya memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menghadapi kesulitan. Lagu ini mengajak orang untuk tetap kuat ketika menghadapinya," ujarnya.

    Berikutnya, The Raghu Dixit Project membawakan Cokada Kalaji, lagu yang tak kalah riang, tentang perayaan atas kehidupan. Penonton yang semula malu-malu, akhirnya tak tahan dan mulai ikut bergoyang.

    RATNANING ASIH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.