Alex Komang di Mata Lukman Sardi: Biola dan Doea Tanda Mata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alex Komang bersama Ketua KPK, Abraham Samad, di acara ACFFest di Jakarta, 27 Agustus 2014. Alex Komang merupakan murid dari sutradara legendaris Teguh Karya, Alex meninggal dalam usia 53 tahun.  TEMPO/Nurdiansah

    Alex Komang bersama Ketua KPK, Abraham Samad, di acara ACFFest di Jakarta, 27 Agustus 2014. Alex Komang merupakan murid dari sutradara legendaris Teguh Karya, Alex meninggal dalam usia 53 tahun. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Lukman Sardi punya kesan manis terhadap aktor senior Alex Komang yang meninggal karena penyakit liver pada Jumat, 13 Februari 2015 di Semarang. Menurut Lukman, totalitas Alex dalam memainkan tiap peran yang didapatnya merupakan inspirasi bagi para sineas muda di Indonesia.

    "Saya termasuk pengagum Alex Komang," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 13 Februari 2015.

    Lukman berkisah perkenalannya dengan Alex terjadi puluhan tahun yang lalu, saat dia masih kecil. Kala itu Alex ingin belajar bermain biola dari ayahnya, Idris Sardi. Keputusan belajar bermain biola karena Alex harus menampilkan adegan kecakapan bermain alat musik gesek itu di film Doea Tanda Mata.  

    "Saat dia bertamu ke rumah, saya yang membukakan pintunya pertama kali dan itu perkenalan saya dengan beliau," Lukman menceritakan.

    Menurut Lukman, Alex merupakan figur yang berkontribusi memperjuangkan film Indonesia agar makin maju dan diterima oleh masyarakat luas. Dedikasi, totalitas, dan konsistensi Alex di dunia seni peran itu membuat dia diganjar dengan penghargaan aktor terbaik dalam Festival Film Indonesia 1987. "Terakhir, beliau didaulat menjadi Ketua Badan Perfilman Indonesia," ujarnya.

    Rencananya Alex akan dimakamkan di tanah kelahirannya yakni Jepara, Jawa Tengah. Pria 53 tahun itu meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Beberapa karya film yang melambungkan namanya ialah Cau Bau Kan (2002), Laskar Pelangi (2008), Darah Garuda (2010), Surat Kecil Untuk Tuhan (2011), 9 Summers 10 Autumns (2013), Sebelum Pagi Terulang Kembali (2014), dan Gunung Emas Almayer (2014).

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?