'Bulan di Atas Kuburan' Asrul Sani Dibikin Ulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster film

    Poster film "Bulan di Atas Kuburan" (1973) karya sutradara Asrul Sani.

    TEMPO.CO, Jakarta - Edo W. F. Sitanggang, produser dan penata suara film Indonesia, akan membikin ulang Bulan di Atas Kuburan, film karya Asrul Sani pada 1973. "Kami akan syuting pada Agustus nanti. Diperkirakan Oktober sudah selesai," kata Edo dalam perbincangan dengan Tempo di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2014.

    Film itu akan menjadi debut Edo sebagai sutradara. Selama ini, Edo dikenal sebagai penata suara sejumlah film, seperti Emak Ingin Naik Haji, Selamat Pagi, Malam, dan Identitas. Dia juga memproduseri beberapa album musik dan terakhir menjadi produser film Toilet Blues karya Dirmawan Hatta.

    Bulan di Atas Kuburan adalah karya sutradara Asrul Sani yang diproduksi oleh PT Matari Film dan produser Sjuman Djaya. Film ini menampilkan sejumlah pemain, seperti Rachmat Hidayat, Kusno Sudjarwadi, Aedy Moward, Kris Biantoro, Sofia (Sofia W.D.), Chitra Dewi, Sam Suharto, Muni Cader, Mutiara Sani, dan Yana Yuanita. Aedy Moward meraih Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 1975 sebagai pemeran pembantu pria terbaik. Dalam festival yang sama, film ini mendapat Plakat H. Usmar Ismail untuk kategori Film Aktuil Masyarakat Terbaik.

    Skenario film itu ditulis Asrul bersama penyair Sitor Situmorang. Sitor memang pernah membikin sebuah sajak berjudul Malam Lebaran yang isinya hanya satu bait: "Bulan di atas kuburan". Untuk pembuatan ulang film ini, Dirmawan Hatta menulis ulang skenario tersebut, sekaligus menjadi sutradara pendamping. "Skenarionya sudah selesai dan banyak hal yang saya tulis kembali," kata Hatta.

    Film itu mengisahkan dua pemuda Batak, Tigor dan Sahat, yang merantau ke Jakarta untuk mencari kehidupan baru. Mereka tinggal di rumah Sabar, teman sekampungnya yang tinggal di sebuah gang kumuh. Bertiga, mereka berusaha menaklukkan Jakarta, tapi tragedilah yang kemudian menimpa mereka.

    Film ini dianggap sebagai karya terbaik Asrul Sani, selain Apa jang Kau Tjari Palupi. Dengan kebesaran nama Asrul, Edo dan Hatta tampaknya harus bekerja keras agar pembuatan ulang flm ini menghasilkan karya dengan mutu yang setara, atau bahkan melebihi film aslinya. Tentu ini sebuah tantangan berat bagi dua sineas muda ini.

    KURNIAWAN

    Berita Film Lainnya






     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.