Tarif Ki Joko Bodo Bisa Miliaran Rupiah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ki Joko Bodo. TEMPO/Tony Hartawan

    Ki Joko Bodo. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak artis, pejabat, dan pengusaha yang menjadi klien Ki Joko Bodo. Mereka menjadi langganan tetap. Setiap ada permasalahan, mengunjungi Ki Joko Bodo adalah solusinya. Melayani orang-orang berduit membuat pria bernama asli Agus Yulianto ini dibayar hingga miliaran rupiah.

    "Kalau di sini orang bisa kasih miliaran,
    karena mereka sendiri. Bukan saya yang minta," kata Ki Joko Bodo kepada Tempo, Jumat, 29 Maret 2013, di kediamannya di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur.

    Menurut Ki Joko Bodo, mahar yang ditetapkan kepada kliennya sangat tergantung pada keberhasilan praktek supranatural yang dilakukannya. Kalau sukses, dia bisa dibayar besar. Tapi sering juga Ki Joko Bodo meminta bayaran secara profesional. Namun dia enggan menyebut berapa bayarannya. "Tergantung mood masing-masing," ujar dia.

    Dalam menjalankan prakteknya, Ki Joko Bodo memilih kediamannya sebagai tempat menjalani ritual. Kediaman yang berlokasi di Jalan Pala, Lubang Buaya, Jakarta Timur, itu kerap dikunjungi, baik siang maupun malam.

    Saat Tempo melakukan wawancara, sejumlah kliennya tengah menunggu. Ada seorang bapak berusia paruh baya yang kemudian diketahui berasal dari Pasar Minggu. "Sudah sering ke sini," kata bapak tersebut, yang mengaku sebagai karyawan. Ada juga seorang ibu bersama perempuan cantik berusia muda yang berasal dari Palembang.

    Menurut Ki Joko Bodo, bermacam-macam ritual dilakukan kepada klien-kliennya. Ada yang dimandikan dengan air kembang, diberi jimat, dipasangi susuk, diberi jampi-jampi, dan diberi benda-benda bertuah. "Kalau minta naik jabatan aku kasih keris, kalau ingin sukses aku mandiin buat hilangin sialnya," kata dia.

    Meski dibayar hingga miliaran, ada juga klien Ki Joko Bodo yang dibebaskan dari bayaran. "Kalau untuk pengamen dan pengemis aku enggak minta. Jadi ada semacam subsidi silang, klien yang ini dimintai biaya, yang itu tidak. Ada penyeimbang," ujar Ki Joko Bodo.

    AMIRULLAH

    Topik Terhangat: Serangan Penjara Sleman || Adi Vs Eyang Subur || Harta Djoko Susilo ||Agus Martowardojo

    Berita terkait:
    Profil Eyang Subur: Penjahit Jadi Kolektor Kristal

    FPI Persoalkan Sembilan Istri Eyang Subur

    Pengacara Eyang Subur Tantang Adi ke Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.