Hasduk Berpola, Petra Sihombing Pakai Logat Jawa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petra  Sihombing. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Petra Sihombing. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Petra Sihombing berperan dalam film layar lebar berjudul Hasduk Berpola. Dalam film terbarunya itu, ia berperan sebagai Kak Indra, pembina pramuka di daerah Bojonegoro, Jawa Timur. (Baca: Hasduk Berpola, Film Anak Bertema Nasionalisme)

    Dalam proses pembuatan, hal yang paling berkesan buatnya adalah mengulang adegan memarahi Bangkit Prasetyo, lawan mainnya, hingga belasan kali. "Gue saat itu berdialog lumayan panjang dengan dialek Jawa," kata Petra saat ditemui di press screening Hasduk Berpola di FX, Jakarta, Rabu, 13 Maret 2013.

    Dalam proses pembuatan film ini, Petra memang harus berlogat Jawa. Selama syuting, ada trainer khusus yang mengajari pria Batak ini logat Jawa. Menurut Petra, ada tantangan tersendiri berbicara dengan logat Jawa. Dia senang bisa menyelesaikan semua adegannya dengan baik.

    Penyanyi berusia 20 tahun ini merasa banyak sekali mendapat pengalaman bermain di film terbarunya. Selain harus berlatih dialek Jawa, ia juga merasakan kehidupan desa yang sangat berbeda dengan di Jakarta. "Kalau di Jakarta panas, di Bojonegoro lebih panas lagi," kata Petra. Selama syuting di sana, Petra harus rela tidak merasakan pendingin ruangan karena tempatnya yang tidak memungkinkan.

    Meski harus banyak menyesuaikan diri, pelantun lagu Cinta Takkan Ke mana-mana ini senang atas keterlibatannya di film arahan Harris Nizam tersebut. Petra mengaku sebagai tipe orang yang sangat pilih-pilih peran. "Intinya kalau positif buat negara ini, pasti gue jalanin," katanya lagi. Film ini adalah film kedua Petra setelah Perth in Love.

    NANDA HADIYANTI

    Berita Lainnya:
    Dahlan Iskan: Indonesia Terlalu Banyak Politikus
    Suap Daging Impor, 5 yang Memberatkan Suswono
    Kereta Ekonomi Non AC Bakal Dihapuskan
    Paus Baru Terbang ke Roma dengan Tiket Ekonomi


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.