Minggu, 18 November 2018

Film Landscape Indonesia di Cikapundung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi dilihat dari Kali Kuning, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

    Gunung Merapi dilihat dari Kali Kuning, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Epic Java, sebuah film indie dengan tema lanskap dan budaya Indonesia karya Febian Nurrahman, sutradara muda film indie, diputar di Cikapundung Timur Plaza, Bandung, dalam acara Helarfest River Cinema pada Sabtu, 22 Desember 2012.

    Film non-naratif itu menampilkan keindahan alam Indonesia dari berbagai sisi, sehingga emosi penonton diajak untuk lebih mencintai Indonesia yang sangat cantik ini.

    Pemutaran film gratis itu merupakan bagian dari acara pertunjukan seni musik dan film, yang dibesut oleh perkumpulan komunitas kreatif Kota Bandung atau Bandung Creative City Forum (BCCF).

    “Saya tertarik membuat film non-naratif yang mengambil tema lanskap dan budaya di Indonesia karena terinspirasi setelah melihat video-video karya orang dari luar negeri. Indonesia juga memiliki keindahan alam yang tak kalah cantik, ”kata Febian.

    Menurut Febian, film itu dibuat di beberapa lokasi, antara lain Yogyakarta, Garut, Bromo, Bandung, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Gunung Kidul, dan Pacitan. "Saya mengunjungi tempat-tempat menarik di kota tersebut sejak Desember 2011," kata Febian, yang mengaku menghabiskan biaya Rp 30 juta untuk produksi film Epic Java itu.

    Film yang bergenre non-naratif itu diputar di layar raksasa berukuran 11 x 7 x 3 meter. Meski cuaca di Bandung saat itu turun hujan, antusiasme penonton untuk datang cukup banyak. Panitia memberikan jas hujan warna merah mudah kepada setiap penonton. "Kita sudah duga akan turun hujan, jadi kita mengantisipasinya dengan memberikan jas hujan kepada para pengunjung,” kata Yanuar Pratama Firdaus, ketua pelaksana Helarvest.

    Menurut Januar, iven itu sengaja digelar untuk memberikan hiburan kepada masyarakat luas secara gratis. "Ini juga merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan Helarfest di 2012 ini,” ujarnya.

    Epic Java adalah salah satu dari 20 film yang diputar pada acara tersebut. Film lain yang diputar, antara lain, produksi Helarfest 2012 Documentary Video, Museum, KAA/Layar Kita, Deus Ex Machina, Ruangrupa, Ariani Darmawan, Fluxcup, Holiday Route, Rumah Cemara-Homeless World Cup 2012, dan Epic Java-Febian Nurrahman.

    Sebelum pemutaran film pada malam harinya, pada siang hingga sore hari, para penonton disuguhi pementasan musik dari beberapa band di Kota Bandung, antara lain Spring Summer, Kusafisha, Marshella & Iyay, TRRDRM, Tertiatei, RMHR, dan Aliansyah. "Acaranya oke banget, decoration, talent, semuanya keren banget," kata Erina Budiarti, seorang pengunjung.

    ELLA SABRINA | ENI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.