Dokumentasi Perang yang tak Biasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Apa yang membuat foto-foto perang yang dipamerkan di Galeri Vivi Yip Art Room, Warung Bunci Raya 98, Jakarta Selatan, menjadi menarik?


    Mayat yang bergelimpangan, ledakan dari tank-tank, dan hiruk-pikuk para tentara di medan perang, sebenarnya bukan pemandangan yang enak. Namun, seniman foto Agan Harahap dalam pameran tunggalnya yang bertajuk Superhistory mampu meracik sebuah dokumentasi perang menjadi hal di luar imajinasi standar. Dari sebelas domumentasi perang eropa, Agan menyelipkan cropping atau potongan gambar para jagoan fiksi Amerika.


    Siapa sangka, di balik ledakan di Formosa Island pada Januari 1945, ada campur tangan Megatron, robot musuh Optimus Prime, di film Transformer. Atau bagaimana jika sebenarnya Superman ternyata turut campur dalam “D-Day” di Pantai Normady. Dan bahkan mungkin juga Hulk punya keterlibatan atas perang Pasifik di Iwojima.


    Boleh jadi, Anda bakal tersenyum nakal melihat karya Agan yang dicetak di atas tiga medium, yakni kertas foto, kanvas, dan alumunium plat. Pameran tunggal ini bisa dinikmati hingga 14 September mendatang.


    Jika ditilik lebih jauh lagi, karya yang disuguhkan dalam pameran ini tentunya tak sekadar untuk lucu-lucuan. Di balik itu, Agan hendak menyentil sebuah pergeseran sejarah. Di mana anak muda jaman sekarang lebih menyenangi sejarah dari balik layar game di komputer. Atau, justru lebih senang menyimak perang-perang fiksi yang ada di komik atau film Hollywood.


    Ya, boleh dibilang inilah upaya Agan membuat sebuah revolusi lain, yakni revolusi superhistory.



    AGUSLIA HIDAYAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.