Ulasan CD: Ziarah Spiritual yang Kesekian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John McLaughlin

    John McLaughlin

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Di usia 68 tahun, John Mclaughlin bisa memilih pensiun dan menikmati seluruh glorifikasi atas peran dan pengaruhnya sebagai musisi. Tapi gitaris yang ikut menggelorakan jazz rock pada 1970-an ini rupanya belum kehilangan energi di dalam dirinya. Dia masih aktif rekaman. Kali ini, bersama sejumlah musisi yang tumbuh sebagai penggemarnya, dia menziarahi salah satu sumber ilhamnya: John Coltrane.

    Kita tahu, Coltrane adalah kampiun modal jazz, juga di garis depan gerakan free jazz. Pada modal jazz dia mengeksplorasi gagasan mengenai improvisasi di lingkungan mode (variasi dari suatu tangga nada), bukan progresi akor. Sedangkan melalui free jazz dia membebaskan diri dari kaidah-kaidah yang sudah telanjur berlaku dalam jazz.

    Bagi McLaughlin, Coltrane bukan hanya sisi musikal itu. Melalui album A Love Supreme (1965), McLaughlin mengapresiasi benar elemen spiritual yang melingkupi Coltrane. "Dengan album [A Love Supremen] ini, Coltrane mengintegrasikan dimensi spiritual ke dalam musik jazz... Dorongan musikal dan spiritual yang saya dapatkan dari album ini merupakan faktor penentu dalam kehidupan saya," kata McLaughlin dalam liner note untuk album terbarunya ini.

    Dan itulah pula yang (ibarat deretan kata) dia stabilo dengan tegas di sini. Tentu saja, tidak ada yang baru pada hasilnya. McLaughlin sendiri sudah beberapa kali menziarahi Coltrane. Misalnya saat mengomandoi The Mahavishnu Orchestra, atau ketika berkolaborasi dengan gitaris Carlos Santana dalam album Love Devotion Surrender (1973). Tapi album ini tetap saja pantas dideretkan di barisan album-album terbaik McLaughlin di sepanjang kariernya.

    Dengan enam komposisi yang rata-rata berdurasi enam menit, McLaughlin menebar duel instrumen (interplay) dan segi-segi emosional serta spiritual yang bukan saja terasa menyihir, tapi juga menakjubkan dan mencerahkan. McLaughlin memulai dengan permainan solo yang sangat ekspresif pada Discovery. Ini komposisi yang sangat menggairahkan, tepat untuk pembuka. Di sini bahkan keyboard, juga bas, sudah seketika mengambil bagian untuk beradu secara ketat dengan intonasi gitar yang tak terikat pada satu tema tertentu.

    Tempo yang sedikit berkurang pada intro di nomor sesudahnya, Special Beings, bisa mengecoh. Ini komposisi yang terasa benar elemen swing-nya. Dengan latar keyboard yang aksentuatif, McLaughlin menyeruakkan frase yang terasa melodik di bagian awal, sebelum kemudian setiap instrumen memperoleh kesempatan untuk bersinar dengan intensitas yang tinggi. Duet bas dan drum bukan saja efektif menjaga ritme, melainkan juga melontarkan kejutan-kejutan dengan betotan di dawai dan pukulan pada cymbal atau bagian drum lainnya yang keluar lintasan.

    Di seluruh nomor, Gary Husband (keyboard, drum), Mark Mondesir (drum), dan Etienne M'Bappe (bas) --yang melengkapi formasi The 4th Dimension --bermain begitu lepas. Mereka tak terhalangi hambatan psikologis bahwa mereka harus menjaga sopan-santun dengan memberi porsi terbesar bagi McLaughlin. Sebaliknya, dan ini bagus, McLaughlin sangat memberi keleluasaan di sana-sini bagi mereka untuk juga mengerahkan seluruh kemampuan. Pada Recovery, misalnya, M'Bappe tak menyia-nyiakan kesempatan itu.

    Bagi McLaughlin, lagi-lagi, apa yang disajikan dalam album ini bukan yang pertama; dia sudah melakukannya 40-an tahun. Tapi jika The 4th Dimension hendak dilanjutkan, inilah titik awal yang bagus dan tak boleh disia-siakan.

    --Purwanto Setiadi

    To the One

    John McLaughlin and the 4th Dimension

    Mediastarz/Abstract Logix, 2010


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.