Songbird: Pandemi di Masa Distopia

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Poster film Songbird. Instagram Songbird.movie.

    Poster film Songbird. Instagram Songbird.movie.

    TEMPO.CO, Jakarta -  SONGBIRD adalah satu dari film yang mengangkat tema dan diproduksi di tengah pandemi. Dengan tema masa depan yang tak menyenangkan atau kisah distopia, Songbird menggambarkan dunia--khususnya Amerika Serikat yang menjadi latar film ini--semakin memburuk akibat virus Covid yang terus bermutasi dan saat itu sudah menjadi Covid-23 dengan kemampuan membunuh virus 50 persen lebih cepat.

    Tentu saja ini bukan tema yang menyenangkan untuk ditonton di saat pandemi Covid-19 belum benar-benar usai. Bahkan masih digempur ancaman varian baru. Sejumlah kritik pun berdatangan karena ketidakpekaan tema yang diambil ini.

    Di tengah kondisi yang memburuk, kota-kota digambarkan benar-benar mati. Banyak akses jalan ditutup dan dijaga pasukan militer. Hanya orang-orang yang kebal ditandai dengan gelang kuning di tangannya yang boleh punya akses berada di luar ruangan dan melintasi sejumlah kawasan. Salah satunya Nico (K.J Apa), lulusan sekolah hukum, pernah bekerja sebagai karyawan kantoran, lantas menjadi kurir antar barang saat pandemi.

    Nico mengenal Sara (Sofia Carson), saat bertugas mengantar barang. meski belum bertatap langsung, seiring waktu keduanya menjadi pasangan kekasih. Seperti aktivitas yang sudah lazim dilakukan seluruh umat manusia di tengah pandemi, pasangan ini mengoptimalkan teknologi untuk berkomunikasi melalui panggilan telepon dan video.

    Di lain cerita, ada pasangan suami istri yang rupanya tak lagi harmonis yang memanfaatkan pandemi untuk menjual 'gelang imun' ilegal. Produksi dan transaksi gelang imun ini tentunya bisa terjadi lantaran ada kerja sama dengan orang dalam, kepala Departemen Kebersihan (Peter Stormare) yang konyolnya dipimpin mantan tukang sampah yang bisa naik pangkat di jajaran birokrat kota karena banyak pejabat meninggal oleh wabah. Pria jangkung, gondrong ini kerap berpatroli di jalanan untuk menangkap orang-orang tak patuh karantina, serta tak ragu menikam siapa saja dengan pisau lipat yang selalu ia kantongi.

    Pengawasan proses karantina begitu ketat: sampai ada lapor cek suhu wajib melalui aplikasi secara berkala, barang-barang yang masuk rumah pun harus lewat alat sterilisasi yang difasilitasi negara. Saking ketatnya, nyaris tak akan ada yang luput apabila ada warga yang terinfeksi. Dalam hitungan waktu siapa saja yang positif terkena virus akan segera dibawa ke tempat khusus dan nasibnya tidak akan diketahui pasti. Orang-orang tahunya mereka bakal diangkut ke tempat karantina khusus yang disebut Q Zones. Dibunuh? Bisa jadi. Makanya, kalau ketahuan positif bakal mengerikan. Seperti yang akhirnya dialami Sara ketika nenek, satu-satunya anggota keluarga yang ia punya terjangkit virus. Sara yang terkurung di dalam rumah harus bersiap ikut diangkut petugas walau dirinya negatif.

    Dalam kondisi inilah Nico akhirnya mati-matian melintasi jalanan mencari cara supaya bisa menyelematkan Sara dari karantina. Upaya Nico ini mengisi nyaris seperempat durasi film sepanjang 85 menit. Sejumlah fragmen yang mewakili kelas sosial, upaya bertahan hidup yang mulanya terpisah perlahan terhubung dan berkait di akhir.

    SONGBIRD
    Genre: Drama, Thriller, Sci-Fi
    Ranting: R 13+
    Durasi: 85 Minutes
    Pemarin: K.J. Apa, Sofia Carson, Craig Robinson, Demi Moore, Bradley Whitford
    Sutradara: Adam Mason

    AISHA SHAIDRA

    Baca juga: Sinopsis Film Only, Ketika Populasi Wanita Tergerus Pandemi Virus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Larang WNA dari 11 Negara Masuk untuk Cegah Varian Omicron

    Pemerintah telah berupaya membendung varian Omicron dari Covid-19. Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pemerintah sudah membuat sejumlah kebijakan.