Sesuai Prediksi, Rimar Callista Grand Finalis Indonesian Idol Bareng Mark Natama

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rimar Callista. Foto: IG Rimar

    Rimar Callista. Foto: IG Rimar

    TEMPO.CO, Jakarta - Seperti sudah diduga, Rimar Callista maju sebagai grand final Indonesian Idol Special Season. Rimar, yang memiliki kemampuan vokal dan teknik menyanyi di atas rata-rata akan bertarung melawan Mark Natama, peserta finalis Indonesian Idol pria satu-satunya yang tersisa sejak di babak lima besar setelah mengalahkan Anggi Marito dalam penghitungan suara. 

    Pada babak tiga besar yang berlangsung pada Senin, 12 April 2021 hingga Selasa dinihari, Rimar, Mark, dan Anggi diberikan kesempatan tampil tiga kali. Pertama, mereka berkolaborasi dengan Laelmanino. Kesempatan kedua, mereka diduetkan dengan tiga besar Indonesian Idol 2020 yakni Lyodra, Tiara, dan Zyva Magnolia. Penampilan ketiga, para peserta diminta menunjukkan talenta mereka di bidang tarik suara.

    "Menurut aku, Indonesia tidak banyak memilki penyanyi dengan kualitas seperti kamu," kata Rossa, salah satu juri Indonesian Idol saat mengomentari penampilan Rimar. Dari tiga penampilannya, semua bisa disapu bersih oleh mahasiswi jurusan Teknik Perminyakan Universitas Trisakti ini. Ia selalu mendapatkan lima standing ovation atau tepuk tangan meriah dari para juri. 

    Terkhusus pada penampilan solonya, Rimar membawakan lagu Jennifer Hudson, And I'm Telling You I'm Not Going. Para juri geleng-geleng kepala melihat penampilannya. Ia menunjukkan semua kemampuannya.

    Mark Natama, mahasiswa Teknologi Industri ITB berhasil menjadi grand finalis Indonesian Idol Special Season. Foto: Instagram Indonesian idol.

    "Rimar, suaramu itu suara manusia bukan sih, kok bisa gitu sih?" tanya Rossa sambil tertawa. Anang Hermansyah, juri lainnya pun sepakat. "Ini penampilan penutup yang sedap banget, ini kelar banget. Kalau ada nilai lebih dari seratus, ini pasti lebih seratus," katanya. "Kita bangga ada Rimar di Indonesian Idol di season manapun," sahut Maia Estianty. 

    Yang mengejutkan justru Mark Natama, mahasiswa Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung. Meski tampil apik dan manis di tiga penampilannya, ia dianggap bermain di zona nyaman saat tampil solo membawakan lagu Lately dari musisi legendaris, Stevie Wonder. "Kamu bagus banget, tapi ya enggak luar biasa. Ini zona nyamanmu," kata Arie Lasso. 

    Penampilan Anggi Marito, harus diakui lebih baik dari Mark Natama. Ia juga mendapatkan lima tepukan meriah dari para juri ketika tampil solo dengan membawakan lagu Adele, When We were Young. "Penampilanmu malam ini bisa dibilang stabil, dari nada pertama sampai akhir, aku tak sanggup memandang ke arah lain kecuali memandangmu, menandakan kamu punya daya tarik di atas panggung," ujar Ari Lasso.

    Majunya Rimar Callista ke grand final Indonesian Idol bersama Mark Natama ini, melengkapi jalur bermusiknya. Sebelum di Indonesian Idol, Rimar pernah sampai di babak knock out The Voice Indonesia. Ia pernah diajak berkolaborasi dengan penyanyi internasional asal Kazakhstan, Dimas Kudaibergen saat mengadakan konser tunggal di Rusia pada 2019 di hadapan 13 ribu penonton. 

    Baca juga: Saat Rossa Mengakui Suara Rimar Callista Lebih Bagus


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.