Banyak Tenaga Medis Meninggal, Triawan Munaf: Sulit Jadi Dokter

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triawan Munaf mengunggah sebuah potret yang dibuat dengan foto-foto semua dokter dan perawat yang meninggal dalam pandemi Covid-19. Foto: Instagram

    Triawan Munaf mengunggah sebuah potret yang dibuat dengan foto-foto semua dokter dan perawat yang meninggal dalam pandemi Covid-19. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama Garuda Indonesia, Triawan Munaf mengunggah foto mozaik yang mengharukan. Ia mengunggah foto para dokter dan perawat yang meninggal karena pandemi Covid. Ia mengunggahnya di akun Instagramnya pada Kamis, 2 Juli 2020. Ayah tiga anak ini ingin mengapresiasi kerja luar biasa para tenaga kesehatan yang berjibaku menghadapi virus Corona. 

    "Potret ini dibuat dengan foto-foto semua dokter dan perawat yang meninggal dalam pandemi ini.
    Zoom dan perhatikan wajah-wajah mereka. Mungkin ada yang pernah anda kenal atau tahu," kata Triawan pada keterangan foto unggahannya itu.

    Ia menyesalkan sebagian masyarakat yang tidak mempercayai tugas mulia tenaga kesehatan. "Sangat sulit menjadi dokter, sangat mudah dikritik. Selamat ‘Hari Dokter’ untuk semua yang mengabdikan hidup mereka untuk umat manusia dan mereka yang masih bekerja siang dan malam tanpa lelah dan jauh dari keluarga," tulisnya. 

    Triawan Munaf saat muda dan ikut mengambil peran di simetron Si Doel. Foto IG Triawan Munaf

    Entah apa yang dimaksud Triawan dengan Hari Dokter pada hari ini. Sebab, Hari Dokter Nasional ditetapkan setiap 24 Oktober. Dari penelusuran di Google, tidak ada hari dokter sedunia. Setiap negara memiliki hari yang berbeda dalam memperingati hari dokter. India misalnya, memperingati Hari Dokter Nasionalnya tiap 1 Juli. Amerika Serikat tahun ini sudah memperingati Hari Dokter pada 30 Maret lalu. 

    Unggahan Triawan ini mendapatkan tanggapan dukungan kepada tim dokter. "Doa yg terbaik utk pahlawan2 kesehatan,surga yg indah menyambutmu," tulis @loliliqueda. "Iya Pak pahlawan, mereka obatin org tanpa pamrih gk melihat kita apa dan siapa ..mereka korbanin nyawa mereka ,bukan hanya dokter tapi suster dan yg bekerja di rumah sakit love," tulis @rereda17. 

    Selama pandemi ini, para tenaga kesehatan menjadi penjaga garda terakhir menghadapi covid-19. Garda terdepan adalah para pasien positif covid sendiri. Para tenaga kesehatan berjibaku menyelamatkan nyawa pasien, tapi masih banyak juga masyarakat yang meragukan bahayanya virus Corona. Mereka menyuarakan virus ini bagian dari teori konspirasi dan para dokter itu mengambil keuntungan dari situasi ini.  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.