53 Film Panjang Masuk dalam Penilaian FFI 2020

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri:  Duta Piala Citra 2019, Chicco Jericho, Tara Basro bersama sutradara Nia Dinata dan Ketua Komite FFI Lukman Sardi saat menghadiri peluncuran dan konferensi pers Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta, Senin malam, 23 September 2019.  Malam pengumuman nominasi dan eksebisi Piala Citra 2019 akan berlangsung pada bulan November 2019 mendatang.TEMPO/Nurdiansah

    Dari kiri: Duta Piala Citra 2019, Chicco Jericho, Tara Basro bersama sutradara Nia Dinata dan Ketua Komite FFI Lukman Sardi saat menghadiri peluncuran dan konferensi pers Festival Film Indonesia 2019 di Jakarta, Senin malam, 23 September 2019. Malam pengumuman nominasi dan eksebisi Piala Citra 2019 akan berlangsung pada bulan November 2019 mendatang.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Festival Film Indonesia atau FFI 2020 akan tetap digelar meski di tengah suasana pandemi Covid. Komite Penjurian dan Seleksi, Nia Dinata menyatakan tahun ini memiliki tantangan yang berbeda dalam proses penilaian di mana banyak film Indonesia yang tertunda penayangannya akibat pandemi.

    Namun Komite FFI berhasil mengumpulkan sebanyak 53 judul film panjang yang akan masuk dalam daftar penilaian oleh para kurator. 53 film panjang itu merupakan karya film maker yang tayang mulai 1 Oktober 2019 hingga 15 Maret 2020, tepat sebelum bioskop ditutup.

    "Kita menyeleksi 53 film panjang itu saja dulu yang sudah tayang di bioskop sambil kita menanti apakah di bulan Agustus atau September, kalau bioskop buka apakah masih ada film Indonesia baru yang tayang sehingga kita bisa masukkan itu ke daftar seleksi," kata Nia dalam konferensi pers daring FFI 2020 pada Selasa, 16 Juni 2020.

    Sama seperti tahun lalu, terdapat tujuh kurator yang berasal dari berbagai profesi mulai dari akademisi, jurnalis hingga aktor. Mereka sudah siap bekerja secara virtual, menonton film lewat link, mendiskusikan dan melakukan penilaian lewat video call. Walaupun jumlah film panjang lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya, Komite FFI tetap optimistis untuk menyelenggarakan penghargaan bergengsi bagi insan perfilman Tanah Air itu.

    "Kita harus tetap kasih semangat, walaupun misalnya terburuk hanya ke 53 film ini pun kita harus tetap kasih semangat dan apresiasi makanya FFI dengan semangat kerendahan hati dan sesuai protokoler kesehatan terus dilaksanakan," kata Nia.

    Adapun terobosan baru dalam penilaian nominasi untuk FFI tahun ini. FFI memberikan keleluasaan atau flesibilitas kepada film panjang yang tayang di drive in cinema ataupun OTT akan mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam daftar penilaian FFI. Sedangkan untuk film pendek, dokumenter, dan animasi, FFI sudah menggandeng masing-masing tiga komunitas untuk mengkurasi film apa saja yang sudah tayang dari 1 Oktober 2019 sampai 30 September 2020. "Semoga ada yang lebih banyak lagi judul-judul yang tayang," kata Nia.

    Untuk dasar penilaian utama di tahap seleksi masih berpegang teguh pada kualitas teknis dan estetika. Berikutnya adalah profesionalisme kerja yang tercermin dari filmnya sendiri. Lalu orisinalitas cerita yang tetap mengusung keberagaman, Bhinneka Tunggal Ika. Setelah puluhan film diseleksi dan dikerucutkan menjadi daftar pendek, film-film terpilih ini kemudian akan ditonton oleh asosiasi profesi untuk kemudian dirumuskan menjadi daftar nominasi. Setelahnya kemudian pemilihan pemenang akan dilakukan dengan mengikuti mekanisme tahun lalu melalui sistem voting oleh Member FFI yang mengkonfirmasikan diri untuk ikut voting tahun ini.

    MARVELA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.