Ronan Keating Berdebar-debar Nantikan Anak Kedua dari Istri Kedua

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ronan Keating. (ANTARA)

    Ronan Keating. (ANTARA)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ronan Keating tengah berdebar-debar menantikan kelahiran anak kedua dari istri keduanya, perancang busana asal Australia Storm Uechtritz. Perasaan gugup itu diungkapkan di sela konser Romantic Valentine Concert, Jakarta, Sabtu malam, 29 Februari 2020.

    "Beberapa pekan lagi istri saya akan melahirkan anak kedua. Rasanya tak sabar, tapi juga mendebarkan, apalagi saya sedang berada di tempat yang jauh," kata Ronan setelah menyanyikan lagu When You Say Nothing At All.

    Tapi berjauhan dengan istri yang sedang hamil demi menghibur penggemarnya di Asia Tenggara, lanjut dia, adalah bukti bahwa ia juga mencintai para penggemar di Indonesia. "Ini tanda betapa kalian berarti sekali untuk saya."

    Ronan Keating menikah dengan Storm pada 2015 dan telah dikaruniai seorang putra yang lahir pada 2017. Dia memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya dengan Yvonne Connolly.Penampilan Ronan Keating dalam konser bertajuk Romantic Valentine Concert di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park, Sabtu, 29 Februari 2020. TEMPO/MARVELA

    Ronan Keating menyanyikan hampir 20 lagu-lagu andalannya serta lagu dari Boyzone, boyband yang membesarkan namanya, semalam.

    Ronan Keating tidak tampil sendirian. Ronan berbagi panggung dengan penyanyi Filipina Christian Bautista serta Bunga Citra Lestari alias BCL.

    BCL tetap manggung sesuai jadwal meski baru saja kehilangan suami, Ashraf Sinclair. Ronan turut menyampaikan duka cita di sela pertunjukan juga mendedikasikan sebuah lagu untuk BCL, menyebut BCL sebagai perempuan tangguh.

    "Melihatnya bangkit dan menyanyi malam ini, kita bisa tahu dia orang seperti apa," puji Ronan Keating.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.