Takut Virus Corona, Green Day Batalkan Tur Asia

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota band Greenday, Mike Dirnt, Billie Joe Armstrong, dan Tre Cool, tiba di Grammy Awards. Dalam acara itu, Green Day meraih penghargaan album terbaik lewat '21st Century Breakdown'. (AP Photo / Chris Pizzello)

    Anggota band Greenday, Mike Dirnt, Billie Joe Armstrong, dan Tre Cool, tiba di Grammy Awards. Dalam acara itu, Green Day meraih penghargaan album terbaik lewat '21st Century Breakdown'. (AP Photo / Chris Pizzello)

    TEMPO.CO, Jakarta -Grup band Green Day telah membatalkan jadwal tur yang dijadwalkan di Asia karena wabah virus corona. Band rock tersebut rencananya akan singgah di beberapa kota besar di Asia pada Maret, yaitu Singapura, Bangkok, Manila, Taipei, Hong Kong, Seoul, Osaka dan Tokyo.

    "Sayangnya, kami telah membuat keputusan untuk menunda tur Asia kami karena masalah kesehatan dan virus corona yang mewabah," kata Green Day melalui pernyataannya, seperti dilaporkan Variety, Jumat, 28 Februari 2020.

    Sementara itu, masih belum jelas apakah tur Green Day di Eropa yang dijadwalkan pada Mei juga akan dibatalkan. "Kami tahu ini menyebalkan, karena kami sangat menantikan untuk melihat kalian semua. Kami akan segera mengumumkan tanggal baru untuk tur ini, jadi simpan tiket kalian!" ujarnya melanjutkan.Personil Green Day (dari kiri) Tre Cool, Billie Joe Armstrong dan Mike Dirnt saat acara MTV Video Music Awards 2009 di Tokyo, Jepang, Sabtu (30/5). AP/ Itsuo Inouye

    Tur Eropa yang akan dimeriahkan oleh Weezer, Fall Out Boy dan Manic Street Preachers itu dijadwalkan singgah di Moscow, Helsinki, Stockholm, Berlin, London, dan Dublin.

    Green Day bukanlah satu-satunya musisi yang terpaksa mengubah rencana tur mereka karena wabah virus corona. Sebelumnya, BTS juga mengumumkan pembatalan konser mereka di Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.