Agnez Mo Merasa Bukan Orang Indonesia?

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agnez Mo berpose saat menghadiri American Music Awards 2019 di Los Angeles, California, AS, 24 November 2019. Sebagai pelengkap penampilannya, Agnez menggunakan aksesori berupa anting panjang, clutch, dan high heels Giuseppe Zianotti yang bernuansa perak. instagram/@agnezmo

    Agnez Mo berpose saat menghadiri American Music Awards 2019 di Los Angeles, California, AS, 24 November 2019. Sebagai pelengkap penampilannya, Agnez menggunakan aksesori berupa anting panjang, clutch, dan high heels Giuseppe Zianotti yang bernuansa perak. instagram/@agnezmo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Agnez Mo mengaku tidak berdarah Indonesia. “Karena saya sesungguhnya tidak memiliki darah Indonesia. Saya mempunyai darah Jerman, Jepang, dan Cina, saya lahir di Indonesia,” ujarnya kepada Kevin Kenney pada media platform Build Series New York yang tayang di Youtube pada Jumat, 22 November 2019.  

    Kevin menanyakan mengapa ia memiliki gaya yang berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia. Menurut Agnez Mo, sebagian besar masyarakat Indonesia yang beragama Islam sehingga ia merasa dibedakan sebagai minoritas

    Tapi, Agnez menegaskan bahwa ia tidak ingin mengatakan bahwa ia tidak merasa memiliki Indonesia. “Karena ada orang-orang yang menerima dan memiliki saya di sana,” ucapnya.

    Perempuan bernama asli Agnes Monica Muljoto ini menambahkan, “Ada perasaan bahwa saya ingin tidak berhenti sampai di situ saja dan berbeda dari orang lainnya."

    Jika diambil dari Historia, peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Herawati Supolo-Sudoyo mengatakan Kepulauan Nusantara merupakan kediaman bagi 500an populasi etnik dan budaya. Musababnya, Kepulauan Nusantara merupakan penghubung darata Asia dan Kepulauan Pasifik. Inilah yang memungkinkan Indonesia bercampur beragam genetika. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.