Bekraf dan Pariwisata Disatukan, Ernest Prakasa: Susah Optimis

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    Komika sekaligus Sutradara dan pemeran dalam film Cek Toko Sebelah Ernest Prakasa saat ditemui usai peluncuran Cek Toko Sebelah The Series di kawsan Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018. Serial ini dibintangi oleh Ernest Prakasa, Chew Kin Wah, Dodit Mulyanto, Arafah Rianti, Dion Wiyoko, Gisella Anastasia serta Adinia Wirasti.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -  Komika Ernest Prakasa mempertanyakan hilangnya Badan Ekonomi Kreatif dan bergabung di Kementerian Pariwisata. Menurut dia, keputusan Presiden Jokowi untuk menggabungkan Bekraf dengan Kementerian Pariwisata akan mematikan industri kreatif tanah air.

    “Para pelaku industri kreatif rame-rame dukung Jokowi. Hadiahnya Badan Ekonomi Kreatif lenyap. Terima kasih banyak Pak @jokowi buat plot twistnya,” cuit Ernest di akun Twitternya, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Ia beralasan, selama ini, saat masih sendiri berbentuk badan, beberapa program Bekraf sudah berjalan baik. Dengan bergabung dengan pariwisata, industri kreatif bakal mengalami masa suram lagi.

    “Pariwisata doang aja beratnya minta ampun. Lalu digabung sama Ekraf yang punya 16 subsektor dan menyumbang 6 persen PDB Indonesia,” kata Ernest. Ia menuturkan, dengan menggabungkan dua hal besar, susah membuatnya optimistis presiden serius mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif. 

    Ernest Prakasa Tentang Materi Stand Up Comedy Joshua Suherman. TABLOIDBINTANG.COM

    Suami Meira Anastasia itu lalu menjawab pertanyaan kenapa dia tetap memprotes sedangkan Bekraf tak sepenuhnya dimatikan. "Pariwisata itu potensial tapi belum tergarap dengan baik. Butuh fokus dan anggaran besar," ujarnya. 

    Tak sekadar bicara, Ernest memberikan datanya. Ekonomi Kreatif sebelum dilebur ke Kementerian Pariwisata itu memiliki 16 sub sektor dan Produk Domestik Brutonya mencapai Rp 1,100 triliun. "Digabung? Ya gak akan maksimal,"  ucapnya. 

    Ia mengakui, Wishnutama memiliki track record sebagai orang yang berani bikin terobosan. "Tapi kementeriannya harus mengurus dua hal besar sekaligus, pasti bakal berat banget," ujar Ernest. 

    Cuitan-cuitannya ini direspons beragam oleh netizen. Sebagian mendukungnyma, sebagian lainnya mempertanyakan dukungannya terhadap pemerintah bisa menjalankan programnya. "Underestimate banget kayaknya," balas @ASatria. "Kalau udah tahu berat itu didukung Koh. Bukan dikeluhin," kata @titahintan. 

    Sutradara film Imperfect itu kemudian menjawab balasan netizen. "Ya udah, yang mau optimis sama kabinet baru, monggo. Good for you. I wish I could. Mari lanjutkan hidup, berkarya di jalur masing-masing."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.